Author Archive for hadi05



07
Apr

Memuaskan kemarahan rakyat

Hari ini adalah hari Paskah, yaitu hari kebangkitan Yesus. Tapi kali ini saya tidak ingin membicarakan ttg hal itu. Beberapa hari yang lalu aku menonton film Farewell My Concubine, di sana ada satu bagian yang menampilkan tentang Cultural Revolution, di mana orang yang dianggap kontra-revolusi diganyang. Ada banyak orang berkumpul di lapangan dan meneriakkan slogan2 dan meneriakkan sang terdakwa dihabisi saja. Dia dianggap membelot dan Sang terdakwa pun dibawa ramai2 untuk dieksekusi dengan alasan "untuk memuaskan kemarahan rakyat" (to satisfy people’s anger). Suatu alasan yang aneh menurutku. Saya membandingkan hal ini dengan pengadilan Yesus, yang mana banyak orang mendesak Pilatus dan meneriakkan, "salibkan Dia, bebaskan Barabas". Di mana para pendukung Yesus tak terdengar suaranya, lenyap semuanya. Yesus pun akhirnya disalibkan dgn suara terbanyak. Lebih tepatnya Dia berjuang sendirian, tak ada yg membelaNya. Hal yang agak mirip dengan kematian Sokrates, yang mana juga dihukum mati dgn suara terbanyak hasil voting.

Sebenarnya aku menulis ini karena merasa heran sih, bagaimana bisa ada orang yg dihukum mati dgn alasan untuk "memuaskan kemarahan rakyat". Saya jadi teringat di Indonesia ketika ada pencuri atau pencopet yang tertangkap lalu digebuki ramai2, bahkan ada yang disiram bensin lalu disulut api dan dibakar hidup2. Hal semacam ini juga seperti untuk "memuaskan kemarahan rakyat". Mirip juga dgn kerusuhan2 massal dan perusakan yang jamak terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Ini  adalah kejadian yang menunjukkan bahwa sebenarnya slogan yg menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang cinta damai dan penduduknya ramah2, seperti yang sering didengungkan di pelajaran PMP, adalah sebatas mulut saja. Tak sesuai dgn kenyataan yang ada.

 

23
Mar

ADAKAH TUHAN?

Artikel berikut saya dapatkan dari sebuah yahoogroups. Terlepas ini merupakan kejadian nyata atau tidak, kita lihat saja hikmah yg ada di baliknya.

Seorang profesor filosofi atheis berbicara kepada kelasnya mengenai masalah
telah dihadapi sains dengan Tuhan, Sang MahaKuasa. Ia meminta seorang
diantara para mahasiswa barunya untuk berdiri dan … … …

Prof: "Jadi, kamu percaya kepada Tuhan?"

Mahasiswa: "Secara mutlak, pak!"

Prof: "Apakah Tuhan baik?"

Mahasiswa: "Tentu!"

Prof: "Apakah Tuhan Maha-Digjaya?"

Mahasiswa: "Ya!"

Prof: Saudara saya telah mati karena kanker, bahkan meskipun ia telah berdoa
kepada Tuhan untuk memulihkan dia. Kebanyakan dari kita akan berupaya untuk
menolong yang lain siapa-siapa yang sakit. Tapi Tuhan tidak. Maka
bagaimanakah Tuhan ini baik? Hmm?"

Mahasiswa: [diam.]

Prof: "Kamu tak dapat menjawab, bukan? Mari mulai lagi, sobat muda. Apakah
Tuhan baik?"

Mahasiswa: "Ya!"

Prof: "Apakah setan baik?"

Mahasiswa: "Tidak!"

Prof: "Dari manakah setan datang?"

Mahasiswa: "Dari … Tuhan …"

Prof: "Itu benar! Ceritakan kepada saya nak, apakah ada kejahatan didalam
dunia ini?"

Mahasiswa: "Ya!"

Prof: "Kejahatan ada dimana-mana, bukan? Dan Tuhan tak berbuat sesuatu pun.
Betul?"

Mahasiswa: "Ya!’

Prof: "Jadi siapa yang telah menciptakan kejahatan?"

Mahasiswa: [tak menjawab.]

Prof: "Apakah ada kesakitan? Ketakbermoralan? Kebencian? Kebodohoan? Semua
hal jelek ini ada didunia, tidakkah demikian?"

Mahasiswa: "Ya, pak!"

Prof: "Jadi, siapa yang telah menciptakan mereka?"

Mahasiwa: [tak ada jawaban.]

Prof: "Sains mengatakan kamu mempunyai lima indera yang kamu gunakan untuk
mengidentifikasi dan mengobservasi dunia sekeliling kamu. Ceritakan kepada
saya, nak … Apakah pernah kamu melihat Tuhan?"

Mahasiswa: "Tidak, pak!"

Prof: "Ceritakan kepada saya jika kamu telah pernah mendengar Tuhan mu?"

Mahasiswa: "Tidak, pak!"

Prof: "Apakah kamu telah pernah merasakan Tuhan mu, mencicipi Tuhan mu?
Apakah kamu telah pernah mempunyai suatu persepsi indera Tuhan untuk hal
itu?"

Mahasiwa: "Tidak, pak! Saya rasa saya tak pernah mempunyainya"

Prof: "Tetapkah kamu masih percaya kepada Nya?"

Mahasiswa: "Ya, pak!"

Prof: "Sesuai dengan protokol empiris, bisa-diuji, bisa-didemonstrasikan,
sains mengatakan bahwa Tuhan mu tak ada! Apa yang kamu katakan tentang itu,
nak?"

Mahasiswa: "Tidak ada. Saya hanya memiliki keimanan saya."

Prof: "Ya. Keimanan. Dan itulah masalah dihadapi Sains."

… … …

Mahasiswa: "Bolehkah saya mengajukan kepada anda beberapa pertanyaan, tuan?"

Prof: "Ya, mengapa tidak?"

Mahasiswa: "Profesor, apakah ada sesuatu hal sebagai panas?"

Prof: "Ya!"

Mahasiswa: "Dan adakah sesuatu hal sebagai dingin?"

Prof: "Ya!"

Mahasiswa: "Tidak, pak!. Tak ada!"

[Pentas kuliah menjadi sebegitu hening dengan giliran peristiwa ini.]

Mahasiswa: "Pak, anda dapat mempunyai sejumlah panas, bahkan lebih banyak
panas, super panas, mega panas, panas putih, sedikit panas atau tak ada
panas. Tapi kita tak dapat mempunyai sesuatu yang disebut dingin. Kita dapat
mencapai 460 derajat Fahrenheit dibawah nol yang mana tak ada panas, tapi
kita tak dapat pergi lebih jauh setelah itu. Tak ada hal sebagai dingin.
Dingin hanyalah suatu kata kita gunakan untuk memerikan ketakhadiran panas.
Kita tak dapat mengukur dingin. Panas adalah tenaga. Dingin bukan lawan dari
panas, pak, hanya ketakhadiran darinya."

[Ada sebungkah keheningan didalam pentas kuliah.]

Mahasiswa: "Bagaimana dengan kegelapan, Profesor? Apakah ada sesuatu hal
sebagai kegelapan?"

Prof: "Ya. Bukanlah malam jika bukan kegelapan?"

Mahasiswa: "Anda salah lagi, pak. Kegelapan adalah ketakhadiran sesuatu.
Anda dapat mempunya cahaya redup, cahaya normal, cahaya benderang, cahaya
berkilap … Tapi jika anda tak mempunyai cahaya secara tetap, anda
mempunyai ketiadaan sesuatu dan ia disebut kegelapan, bukan? Dalam
kenyataan, kegelapan bukan? Jika ia ada disana, anda bisa membuat kegelapan
menjadi lebih gelap, bukan?"

Prof: "Jadi, apa sasaran yang sedang kamu tuju, anak muda?"

Mahasiwa: "Pak, sasaran saya adalah bahwa pengandaian filofis anda telah
keliru."

Prof: "Keliru? Dapatkah kamu menjelaskannya bagaimana?"

Mahasiswa: "Pak, anda sedang bekerja dengan pengandaian dualitas. Anda
berargumentasi bahwa ada kehidupan dan ada kematian, satu Tuhan baik dan
satu Tuhan jahat. Anda memandang konsep Tuhan sebagai sesuatu yang terbatas,
sesuatu yang dapat kita ukur. Pak, sains tak dapat menjelaskan suatu
pemikiran. Ia menggunakan kelistrikan dan kemagnitan, tapi tak pernah
melihat, banyak kurang mengerti secara penuh yang mana pun darinya.
Memandang kematian sebagai lawan dari kehidupan, adalah mengabaikan fakta
bahwa kematian tak dapat ada sebagai suatu hal subtantiv. Kematian bukan
lawan kehidupan: hanya ketakhadiran darinya. Sekarang ceritakan kepada saya,
Profesor. Apakah anda mengajarkan kepada para mahasiswa anda bahwa mereka
telah berevolusi dari seekor monyet?"

Prof: "Jika kamu merujuk ke proses evolusioner alamiah, ya, tentu, saya
mengajarkannya."

Mahasiwa: "Pernahkah anda mengamati evolusi dengan mata anda sendiri, pak?"

[Sang Profesor menggelengkan kepalanya dengan sebuah senyum, mulai menyadari
kemana argumentasi tengah mengarah.]

Mahasiswa: "Karena tak seorang pun telah pernah mengamati proses evolusi
ketika berkerja dan tak dapat membuktikan bahwa proses ini adalah suatu yang
tengah berlangung, apakah anda bukannya sedang mengajarkan pendapat anda,
pak?"

[Kelas gemuruh.]

Mahasiswa: "Apakah ada seseorang dalam kelas ini yang telah pernah melihat
otak Profesor?"

[Kelas pecah kedalam cekikikan.]

Mahasiswa: "Adakah seseorang disini yang telah pernah mendengar otak
Profesor? Merasakannya, menjamahnya atau membau’inya? Tak seorang pun
tampaknya telah melakukan yang sedemikian. Jadi, sesuai dengan aturan telah
ditetapkan dari protokol empirik, mantap, bisa-didemonstrasikan, sains
mengatakan bahwa anda tak mempunyai otak, pak. Dengan segala hormat, pak,
bagaimana mungkin kami mempercayai kuliah anda, pak?"

[Ruangan hening. Sang profesor melotot kepada si mahasiswa, wajahnya tak
dapat ditebak.]

Prof: "Saya kira kamu akan harus mengambil mereka dengan keimanan, nak."

Mahasiwa: "Itulah, pak … Tautan antara manusia dan Tuhan adalah keimanan.
Itulah semua yang menahan hal-hal bergerak dan hidup … … … ."

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah
Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas
terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah
Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan
semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak,
semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan
menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita
bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa
Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia
telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya
sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor.

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah
sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut
hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460
F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan
tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk
mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak
ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita
pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan
cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang
setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu
ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata
gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah
kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak
perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut
adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah,
Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti
dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk
mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan.
Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti
dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan
cahaya."

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

28
Feb

Cannibalism

When somebody heard about cannibal, some of them will imagine about an insane or psycho persons that eat their victim after killing it. Or imagining about a stone-age-tribe that eat other human, usually their enemies after beating them. Some people maybe will remember Sumanto. But I’ve just known that in fact the canibalism in culture, not just in insane man, is still exist nowadays. And one of the last cannibal tribe in the world does live in Indonesia! Yes, Indonesia! The name of the tribe is Korowai tribe. It’s quite shocking in the 21st century and information era there are still exist people live just like in stone age and practicing cannibalism.

Korowai tribe is live near Asmat tribe, in Papua, Indonesia. They live still in traditional way. Until the 1970s, they were unaware of the existence of any people besides themselves and some immediately neighboring tribes. You can know more about Korowai in http://www.smithsonianmagazine.com/issues/2006/september/cannibals.php

In the past, Asmat tribe was famous to be a head-hunter and cannibal. Catholic missionaries has succeed to stop those practice.  In Korowai tribe, local Christian community was just established in the recent years. And it’s still in the borderline, haven’t touched the deep part of the jungle.

I think actually there is still some people there that still practice cannibalizing. But they are not widely reported. Not just person like Sumanto. He lives in the civilised area, so what he’s done had a wide news coverage in Indonesia. He appeared some time for being interviewed in the television. But about the cannibalizing practice that exist in the deep part of jungle, in the place that the nearest police station is several days walk or by the river, who knows about that? I still remember in the Sambas riot in about 1999, there were cannibalizing act after the dayak people slaughter the Madurese, they ate the liver, and any other organ parts.

In the film, there are some film about cannibal, like the series of Hannibal stories, or a 2004 Indonesian movie: Kanibal, Sumanto: Manusia Pemakan Daging Manusia. I think kinds of movie like that may influence or inspiring some insane persons in the future. Especially if devil murmurs to their ears when they watch it.

Actually, Indonesia still doesn’t have a legal law about cannibalizing. Maybe they think that it will not happen. But, when cannibalizing is a part of culture, or when there is still exist some people that believe in power that they will get after eating human flesh, I think that law is necessary.

26
Feb

Tahun Baru Imlek

Imlek telah usai seminggu yang lalu. Tapi baru sekarang aku mau
menuliskannya. Tak apa daripada tidak sama sekali atau menunggu tahun depan
lagi. Toh sekarang juga masih terasa gaungnya, karena Lantern Festival元宵节(yuánxiāojié) juga belum tiba. Perlu diketahui, Lantern Festival di sini bukanlah
Mid-Autumn Festival seperti yang terkadang disebut Lantern Festival juga di negara Singa ini. Lantern Festival ini diadakan tiap tanggal 15 bulan pertama yg di Indonesia disebut dgn Cap Go Meh. Berikut adalah kutipan dari wikipedia ttg Lantern
Festival : "Traditionally, the date
once served as a day for love and matchmaking. It was one of the few nights in
ancient times without a strict curfew. Young people were chaperoned in the
streets in hopes of finding love. Matchmakers acted busily in hopes of pairing
couples. The brightest lanterns were symbolic of good luck and hope
."
Sedangkan di wikipedia bahasa Indonesia tertulis, “Di Asia Tenggara ia dikenal sebagai hari
Valentine
Tionghoa, masa ketika wanita-wanita yang belum menikah
berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut - suatu adat yang berasal dari Penang, Malaysia”.

Saya pribadi baru tahu kalo ada hari
Valentine yang lain selain Valentine’s day tgl 14 Feb, White day tgl 14 Maret
-bagi yg merayakan- dan Chinese Valentine’s
Day
(七夕) tgl 7 bulan 7 lunar year. Belakangan saya
baru tahu juga ada macam2 Valentine’s day di berbagai negara, spt di Romania yg diadakan tgl 24 Februari, lalu ada acara
aneh2 lain spt black day.

Kata Imlek (阴历
[Hokkien]) umum dipakai di Indonesia.
Tapi di Negara Singa ini rupanya lebih umum disebut Spring Festival (春节), seakan-akan itu
adalah festival musim semi belaka. Memang benar itu terjadi pada musim semi di China,
tapi di negeri Singa nan tropis ini sebenarnya tak ada musim semi, jadi seakan
hanya ikut2an saja.

Ada hal lain
yang cukup menarik yaitu, di negeri Singa ini tak terlihat tahun Imlek, tak
seperti di Indonesia yang mana sering terpampang tulisan “Selamat Hari Raya Imlek Tahun 2558”. Di internet saya menemukan
alasannya yaitu: Angka 2558 itu diambil
berdasarkan perkiraan tahun kelahiran Konfusius. Hal itu muncul di Indonesia sejak awal 1900 karena adanya gerakan new
revival. Orang-orang Tionghoa yang beragama Konfusius berusaha untuk menanamkan
suatu akar yang kuat di masyarakat Tionghoa. Indonesialah satu-satunya negara
di dunia di mana Imlek dilengkapkan dengan angka tahun.
Rupanya Confucius
lahir di tahun 551 SM, maka skrg mjd tahun 2558 Imlek.

//www.bulletin.uwaterloo.ca/images/2003/0131chinesenewyear.gif” cannot be displayed, because it contains errors.

Beberapa waktu yang lalu, di saat saya sedang berjalan kembali ke kamar, aku melihat ada tulisan 福 (luck) terbalik, spt gambar di atas. Suatu kebalikan yang disengaja. Setelah diberitahu teman ternyata tulisan tsb dibalik supaya keberuntungan jatuh ke tangan kita. Yah, kalau saya pikir2, meskipun tiap tahun tulisan dibalik, tapi kalo memang sedang bukan nasibnya, keberuntungan tetap saja bisa terbang pergi.

mandarinorange.jpg

Suatu hal yang cukup menarik adalah banyak org yang menaruh pot mandarin orange di rumahnya. Mandarin orange jadi terasa berlimpah jumlahnya. Bahkan  ketika  saya naik bus, si sopir bus yang ternyata wanita, memberi setiap penumpang yang naik dgn angpao berisi jeruk ini yang berukuran kecil. Awalnya kukira kok baik sekali memberi setiap penumpang, ternyata mmg jeruk ini melimpah jumlahnya dan di mana2 kulihat buahnya yang ranum dan siap dipetik oleh siapa saja yang lewat.

Ada satu
perayaan yang unik di negeri Singa ini yaitu Chingay Parade (妆艺大游行[Zhuāngyì Dàyóuxíng]),
yang diadakan di seputar Orchard Road. Ini adalah parade jalanan yang dimulai dari
sejak dilarangnya petasan pada tahun baru di tahun 70-an. Acara ini telah
menjadi multi-cultural event, bukan saja milik etnis China saja. Acara ini mengingatkanku pada Carnival di Rio de Janeiro yang tersohor itu.

Chingay  

Chingay

 

30
Jan

Aliran Kimiawi Cinta

Beberapa waktu lalu, sudah cukup lama sih, saya menemukan sebuah artikel yg cukup menarik ttg aliran kimiawi cinta. Dapat dari situs Web Kimia Indonesia. Berikut isinya dgn beberapa perubahan:

Artikel ini akan menjelaskan secara definitif dan sederhana tentang aliran kimiawi cinta. Sebelum turun ke hati, aliran cinta akan transit dulu di otak untuk melewati proses-proses kimiawi. Dan proses transit ini memerlukan beberapa tahapan sehingga aliran kimiawi cinta tidak sesederhana dan secepat peribahasa ‘dari mata turun ke hati’.

Pada tahap ketertarikan, otak akan terangsang untuk menghasilkan tiga senyawa cinta, yaitu: Phenyletilamine (PEA), Dopamine dan Nenopinephrine.

1. Phenyletilamine (PEA) atau 2-feniletilamina
Senyawa ini mempunyai Mr =121,18; titik didih sebesar 197-200oC ; berat jenis = 0,965 ; titik Fahrenheit = 195oF (90oC) dan memiliki bidang polarisasi ND 200 = 1,5335
2. Dopamine
Struktur Dopamine ada dua, yaitu:
Dopamine (3-hidroksitiraminihidrogenbromida atau 3,4-dihidroksiphenentilamin)
Mempunyai Mr = 234,10 dan titik lebur 218-220ooC
Dopamine (3-hidroksitiraminhidrogenklorida atau 3,4-dihidroksiphenetilamin)
Mempunyai Mr = 189,64 dan titik lebur 241 – 243oC

http://s41.photobucket.com/albums/e268/h4d1/?action=view&current=love.gif

Dari ketiga senyawa tersebut, senyawa PEA-lah yang paling berperan dalam proses kimiawi cinta. Senyawa ini juga yang mengakibatkan kamu merasa tersipu-sipu, malu ketika berpandangan dengan orang kamu sukai. Dan ternyata senyawa PEA ini banyak terkandung dalam coklat seperti Silver Queen, Waver Tango, Conello, Es Krim, Choki-Choki, dan lain-lain. Mungkin inilah sebabnya orang-orang dulu bahkan juga sekarang suka memberi coklat pada seseorang yang dicintainya.

Kemudian tahap Pengikatan. Pada tahap ini tubuh akan memproduksi senyawa Endropin. Senyawa inilah yang akan menimbulkan perasaan aman, damai, dan tentram. Otak akan memproduksi senyawa ini apabila orang yang kita kasihi berada di dekat kita.

Lalu berikutnya Persekutuan Kimia (Tahap Terakhir) Pada tahap ini senyawa Oxyrocin yang dihasilkan oleh otak kecil mempunyai peranan dalam hal membuat rasa cinta itu menjadi lebih rukun dan mesra antara keduanya. Dan terjadilah tanda2 cinta yang sudah sering didengung2kan dan terlihat di mana2.

20
Dec

Banjir juga akhirnya…

Di kota Singa ini terkenal kalau anti banjir, hujan selebat apapun, segera setelah hujan reda, air surut dgn sendirinya. Membuatku takjub ketika melihatnya. Tapi rupanya hujan kemarin berbeda. Hujan lebat seharian penuh, bahkan sebenarnya hujan sudah mulai sejak hari Minggu yang lalu, membuat beberapa sudut kota kebanjiran. Membuatku terkejut, rupanya Singapur bisa banjir juga, tak sesakti yang kukira. Berikut adalah kutipan dari berita:

SINGAPORE: Singapore on Tuesday was hit by the third highest rainfall recorded in 75 years.

The 24-hour rainfall recorded was 366 mm.

This amount of rainfall recorded in one day exceeds even the average amount of 284 mm recorded for the whole month of December in previous years.

The highest amount of rainfall recorded over 24 hours in Singapore was 512 mm, in 1978.

The second highest rainfall recorded was 467 mm, in 1969.

Banjir bahkan diberitakan telah mencapai sebatas pinggang di beberapa tempat. Dan yang terjadi tidak hanya banjir dan pohon tumbang, tapi juga tanah longsor di beberapa tempat.

And it wasn’t just trees which felt the impact – over in southern part of the island, part of an empty old shophouse collapsed with debris spilling onto the street. The shophouse is located along Tong Watt Road near River Valley.

Rupanya banjir juga melanda negara tetangga, yaitu Malaysia.

A 24-hour deluge in Singapore and Malaysia’s southernmost state of Johor caused flooding, landslides and evacuation of 10,000 people to relief centres.
Continuous rainfall Tuesday caused almost all districts in Johor to be immersed in the floods, dubbed one of the worst in a century, state Chief Minister Abdul Ghani Othman said.
Water levels of four rivers in Johor rose to dangerous levels, and the pouring rain caused nine major landslides there, prompting the army to prepare 20 boats and a helicopter for rescue efforts as well as to deliver food and clothing to the affected areas.

Sebenarnya berita terbaru menyebutkan jumlah korban yang lebih besar, bahkan disebutkan pula kalau banjir ini adalah yang terparah dalam satu abad. Saya tak tahu kalau ternyata banjirnya bisa sedemikian parahnya. Saya sendiri hanya berdiam diri di kamar, jadi tak merasa apa-apa. =D

Berikut adalah gambar2 ttg banjir:

image image image image

Singapur yang terkenal dgn saluran airnya yang tak pernah macet dan selalu lancar saja bisa banjir. Saya membayangkan, apabila hal serupa terjadi di bumi Indonesia, tentunya bakal terjadi bencana yg lebih parah. Memang manusia bisa berusaha sekuat tenaga untuk mengatasi alam. Tapi bila Tuhan berkehendak, siapa yg bisa melawannya?

18
Dec

Relationship

Beberapa waktu lalu seorang teman menanyakan kabar lewat pesan instant (IM), setelah sekian lamanya tak pernah bercakap-cakap, baik secara langsung maupun secara tak langsung. Setelah basa-basi sejenak, lalu dia menanyakan, apakah saya sudah berlampu merah. Lalu saya jawab  tidak. Lalu dia minta saya menceritakan pengalaman saya dan dialog pun menjadi makin serius. Dialog berkembang ke arah hubungan dgn lawan jenis. Saya mencoba dengan sepengetahuan saya menjawab pertanyaan dia. Ternyata setelah bercakap-cakap panjang lebar, lalu dia mengaku kalau dia baru saja berlampu merah. Dan belum ada orang yang tahu, karena belum dideklarasikan ke orang lain. Saya terhenyak, pantas saja, dari tadi omongannya menjurus ke arah situ. Dalam hati saya berkata, wah, tambah satu lagi teman yang telah berlampu merah.

Cerita selanjutnya tak perlu  kuceritakan lagi. Setelah kulihat2, memang makin banyak saja teman yang telah berlampu merah. Dari status di friendster beberapa teman telah berubah status, mulai dari domestic partnertship, it’s complicated, in relationship, bahkan married! Entah sudah menikah sungguhan atau tidak itu. Ketika saya bersua dengannya, dia tetap seperti biasa, bahkan ternyata sedang LDR. Berarti itu cuma buat iseng2 sahaja. Beberapa hari lalu aku baru saja tahu kalau salah satu saudaraku juga sudah berganti status. Sementara yang lain masih dalam daftar tunggu mengingat banyaknya teman yang sedang dalam lampu kuning atau oranye, seperti yang dia katakan sendiri kpd saya. Dalam semester ini saya menyaksikan ada beberapa teman saya yang punya gebetan freshie2, ada yang terlihat putus asa, ada yang merasa kebingungan, seperti yg terlihat di statusnya, it’s complicated. Beberapa di antaranya saling bersaing, baik terang2an atau tidak. Sementara yang sudah ada gandengan, ada yang bermasalah. Saya kurang tahu sih mengenai hal ini, saya hanya melihatnya sekilas saja, tak tahu masalah yang sebenarnya terjadi.

Dalam hati saya tersenyum saja. Kalau saya sendiri bagaimana? Kalau saya melihat2, sepertinya jodoh datangnya masih jauh. Entah di mana dia berada. Mungkin saja suatu saat kelak, banyak kawan saya satu persatu yang menikah, dan saya diundang ke pesta perjamuannya. Dan satu persatu meninggalkan saya. Tapi biar saja. Suka atau tidak suka, coba nikmati saja apa yang didapat kelak. Saya mencoba untuk tidak berpikir yang aneh2 dan mencari sisi positifnya.

Kalau dipikir2 lagi, terkadang saya heran dan timbul pertanyaan2 dari diri saya seperti, mengapa sih ketika seseorang ‘jadian’, banyak temannya yang mengucapkan selamat dengan disertai ucapan seperti, ”Waduh, jadi iri”; “Semoga awet sampai ke anak cucu dan Happily ever after” serta tak lupa, “ Jangan lupa traktirannya” Biasanya traktiran itu yang paling sering diucapkan. Saya dulu ketika pertama mendengar orang berkata seperti itu agak heran, kenapa harus traktir2. Dulu pikiranku sih mulainya orang pacaran kan ikrar yang diucapkan yang melibatkan kedua belah pihak, dan tidak melibatkan orang lain. Kenapa perlu dirayain dengan makan2 seolah baru saja meraih sesuatu gelar kejuaraan. Biasanya orang yang makan2 kan di waktu pertunangan, kalau pertunangan itu dirayakan, atau perjamuan pernikahan. Masak baru mulai pacaran sdh ngajak makan2? Pada kenyataannya saya juga tak pernah mendengar orang yang begitu ‘jadian’ lalu traktir2 makan. Atau mungkin saya yang tak pernah diundang kalau ada traktiran macam itu ya? Apapun itu, saya pribadi tak pernah bilang kalau saya menunggu traktiran, maka ya kalau tak diundang ya wajar saja. Kan saya sendiri juga tak pernah berharap.

Ketika melihat gelagat dan perilaku teman2 saya, terkadang timbul pertanyaan, memang kalau suka itu mesti sampai jadian ya? Melihat ada teman yang baru saja kenal bbrp minggu terus lgsg ditembak. Mendengar percakapan teman2, seolah2 tujuan mereka adalah nantinya menembak dan akhirnya jadi pacarnya. Saya sendiri tak pernah sungguh2 ingin seseorang menjadi kekasihku, karena saya merasa masih ada yang kurang pada diri saya dan nampaknya masih belum saatnya bagiku. Memang sih kalau sesuatu hal yang tak punya tujuan akhir, jadi tak berarah. Tapi kalau tujuan akhirnya cuma hanya demi pacaran saja itu kurasa juga kurang kuat. Tak ada arah mau dibawa ke mana pacaran nantinya. Makanya banyak orang yang lalu salah jalan, hubungan cepat kandas, atau terjadi hal2 yang tdk diinginkan.

Ada lagi yang biasanya orang bilang, “wah cocok2, mukanya mirip pula”. Padahal orangnya itu cuma diberitahu gambarnya saja, belum ketemu orangnya dan belum tahu sifat2nya. Kalau saya sendiri biasanya tak langsung bilang cocok, atau bahkan malah gak bilang kalo cocok, hanya bilang semoga ini memang jalan yang terbaik dan semoga tidak salah jalan. Jalan yang digariskan dari Tuhan itu tak selamanya lurus, sering sekali berliku2 atau patah2. Terkadang kita harus melewati kegagalan, kegetiran, atau perpecahan dahulu sebelum mencapai garis akhir. Maka dari itu saya juga tak bisa begitu langsung percaya kalau orang ini cocok kalau saya tak menyelidiki lebih mendalam dan yang lebih penting lagi minta hikmat dari Tuhan supaya tak salah dalam melangkah. Mengenai muka yang mirip, itu menurutku sungguh omong kosong belaka. Tak ada hubungannya. Mana bisa orang yang sudah ‘jadi’ lama2 mukanya jadi lebih mirip. Lalu yang belum ‘jadi’ sudah mirip trs dibilang cocok.

Dulu saya bertanya2 kenapa orang kok bisa merasa sedih kalau seseorang yang disukai menolak dia. Setelah kupikir2, itu disebabkan karena orang yang memberikan cintanya kepada orang lain, tentunya ingin setidaknya dibalas cintanya. Karena manusia ingin mencintai dan dicintai dgn sepenuh hati. Saya jadi teringat pengakuan teman saya, dia dulu sampai nggak makan nggak minum sampai 30 jam! Pikiran jadi kosong, dan bahkan sempat terlintas pikiran hendak bunuh diri! Waks, itu benar2 kena depresi namanya. Saya kira itu berlebihan. Dia terlalu berlebihan dalam menyikapi. Karena dgn depresi hingga bunuh diri pun tidak bakal mengubah rasa di hati.

Saya teringat kejadian yang telah terjadi beberapa bulan yang lalu. Ketika itu saya sedang bercakap-cakap dengan 2 orang teman saya. Pembicaraan mengalir kesana kemari hingga lalu pembicaraan mengarah ke kawan2 yg telah berpacaran. Kira2 salah satu percakapannya seperti berikut, teman saya yg cewek bilang, "Si ini (censored) dulu waktu msh LDR pernah dobel sama org lain. Memang orangnya cakep sih, kenapa enggak? Asal pacarnya nggak tahu aja. Kalau gue punya wajah cakep, kenapa enggak kalo mau dobel, tripel, ato lebih, mumpung masih laku." Sontak ku terkejut mendengar pengakuan itu. Lalu ku bertanya pada teman cowok di sebelahku, "Kalau misalnya pacarmu selingkuh, kamu gimana?" Trs dia jawab, "Ya nggak apa-apa atuh, asal gak ketahuan ya gak apa-apa…" Hah, langsung ku terkesiap dan terperangah mendengar jawaban polos itu. Segera saja saya merasa kalau cara pandang saya paling asing atau paling nyeleneh kalo dibandingkan dengan org2 lain. Saya jadi bingung dan nggak habis pikir bahkan sampai sekarang ini masih tetap teringat kejadian tsb. Yah, ternyata begitulah pandangan dunia. Sangat berbeda dgn pandangan kristiani. Banyak orang di dunia yang menganggap remeh pacaran. Dari film2 dan sinetron2 bisa dilihat bagaimana anak muda jaman sekarang yg perilaku dlm pacarannya suka putus-ganti.

Sebenarnya benar gak sih, kalau cinta itu hanya mengandalkan perasaan? Asal ada rasa, ungkapkan saja, akan lebih menyakitkan kalau dia tidak tahu ttg perasaan di hatimu.

begitu kira2 pendapat sebagian orang. Sekarang, setelah kupikir2 lagi, saya tidak percaya dgn hal semacam itu. Saya merasa bahwa feeling saja tidak cukup, karena itu bisa saja hanyalah kegilaan sesaat saja. - artikel ttg kegilaan sesaat sdh kupost beberapa hari lalu dan bisa dilihat di bawah - Saya merasa ada sesuatu yang lain, yang lebih dari sekedar perasaan saja. Saya pernah membaca buku Boy Meets Girl dan di sana tertulis, don’t follow your feelings until you’ve tested them. Wait until romance can be guided by wisdom. You are ready to start a courtship when you can match romance with wisdom. Ada lagi, When you are close emotionally, you give away part of your heart. Maka dari itu, jgn macam2 dgn romance.

Kadang aku bertanya2 pula, apa benar kalau pacaran itu sebegitu menyenangkannya sehingga orang2 begitu inginnya untuk pacaran. Temanku yang sdh pernah pacaran pernah bilang kalau pacaran tidak sesenang spt yg terlihat pada pasangan yang sedang berasyik-masyuk, banyak juga saat2 di mana banyak gak enaknya, terutama ketika ada masalah melanda.

Begitu juga dgn pernikahan. Waktu ku masih kecil seringkali mendengar cerita anak2 yang berakhiran, "Maka akhirnya sang pangeran pun hidup bahagia dgn sang putri untuk selama-lamanya" atau "happily ever after". Dalam kebudayaan Tionghoa, dalam pesta pernikahan selalu ada tulisan double happiness   yang mana berasal dari huruf (xi – like, happy) yang ditulis berdampingan, jadidouble happiness berarti double happiness. Pernikahan dianggap sebagai sesuatu yang membahagiakan seperti ada kebahagiaan dobel. Jika memang pernikahan itu membahagiakan, mengapa banyak orang yg putus-cerai? Seperti yang kita lihat, tak usah jauh2 di negara lain, di kalangan artis2 Indonesia, belakangan ini banyak yg mau bercerai, seperti Tamara, Ulfa, Kiki Fatmala dan org2 yg telah lama menikah pun jg mengajukan gugatan cerai, seperti Koes Hendratmo dan Helmy Yahya. Kenapa pula sampai mesti ada orang sebelum nikah menandatangani perjanjian dulu spy nanti ketika bercerai tidak bakal menuntut yang macam2? Saya kira sebenarnya pernikahan itu tergantung orang bagaimana memandangnya. Ada org yang pada saat pernikahan, ketika di kamar pengantin, baru tahu rupa pasangannya, tapi tetap langgeng sampai tua. Ada yang baru menikah sehari saja sudah cerai. Saya pernah bertanya pada teman saya, "Kalau kamu misalnya nanti jodoh nggak dapat-dapat gimana?" Dan dia menjawab,"Gue bakalan cari perempuan di Kalimantan." Waks, saya terkejut pendengar pengakuannya. Memang, banyak orang Taiwan yang cari istri di Kalimantan, karena cari istri di negaranya sulit. Lagipula org Kalimantan, terutama chinese Kalimantan Barat, bisa bercakap dalam dialek yg sama dgn org Taiwan. Sebenarnya kalo tak bisa berbicara bahasa pasangannya pun tak masalah, karena yang dipentingkan bagi mereka ialah mereka ingin membina rumah tangga. Itu saja. Baru2 ini saya baca di berita kalau di Malaysia banyak perempuan imigran dr Vietnam yang dijual untuk dijadikan istri. Dan terutama yang mencari ialah para duda, org yang lanjut usia, atau org kaya yg ingin punya istri muda. Di China, di mana rasio antara laki2 dan perempuan terus meningkat, membuat orang makin sulit saja mencari istri, ada agen yang mencarikan istri buat org2 yang ingin menikah, tentunya dgn imbalan sejumlah biaya. Pernah ada suatu kejadian, ketika menikah baru ketahuan kalau yang dinikahi itu aslinya laki-laki! Rupanya dia hanya menginginkan uang saja, hingga nekat menyamar sebagai perempuan dan mendaftar ke agen tsb. Saya jadi teringat perkataan teman saya, dia bilang kalo misalnya dia nanti suka sama orang Thailand, harus dipastikan dulu kalau dia benar2 perempuan, bukan banci! Mengingat di Thailand banci2 bisa wajah dan tubuhnya benar2 mirip wanita beneran, bahkan bisa lebih cantik. Olala, sampai sebegitunya…

Di dalam kekristenan, pernikahan adalah sesuatu yang sakral, suci. Maka dari itu perlu pemberkatan dari gereja ketika menikah. Kedua mempelai tidak dianggap lagi dua, melainkan satu, dan sekali menikah tidak bisa diceraikan. Mereka haruslah sehidup semati, dalam suka maupun duka, dalam sedih maupun susah, hingga maut memisahkan!

Yang jelas, kalau pernikahan tidak ditanggapi dgn sungguh2 dan mohon bimbingan dr Tuhan, bisa terjadi percekcokan kekacauan. Contoh ekstrimnya seperti yang pernah saya dengar, di Meksiko kalau gak salah, ada suami-istri yang bertengkar sampai menggunakan senjata api, bahkan senjata peledak! Tak heran bila keduanya akhirnya masuk ke rumah sakit. Ada-ada saja.

Bagi yang sedang mencari2 jodoh, cobalah untuk berkonsentrasi tak hanya mencari orang yang tepat, tapi bagaimana menjadi orang yang tepat. Saya sendiri masih berjuang untuk itu. Semoga bisa.

17
Dec

Tentang agama

Saya kemarin melihat2 karya2 dari Anthony de Mello dan isinya
menyadarkanku akan apa agama sesungguhnya. Berikut adalah dua dari antaranya:

 

PASAR MALAM AGAMA

Aku  dan  temanku  pergi ke ‘Pasar malam agama.’ Bukan pasar
dagang. Pasar agama. Tetapi  persaingannya  sama  sengitnya,
propagandanya pun sama hebatnya.

Di kios Yahudi kami mendapat selebaran yang mengatakan bahwa
Tuhan itu Maha Pengasih dan bahwa bangsa Yahudi adalah  umat
pilihanNya.  Ya,  bangsa  Yahudi. Tidak ada bangsa lain yang
terpilih seperti bangsa Yahudi.

Di kios Islam kami mendengar, bahwa Allah itu Maha Penyayang
dan  Muhammad  ialah  nabiNya.  Keselamatan diperoleh dengan
mendengarkan Nabi Tuhan yang satu-satunya itu.

Di kios Kristen kami menemukan, bahwa Tuhan adalah Cinta dan
bahwa   di  luar  Gereja  tidak  ada
keselamatan.  Silahkan
mengikuti Gereja Kudus jika  tidak  ingin  mengambil
risiko
masuk neraka.

Di   pintu  keluar  aku  bertanya  kepada
temanku:  ‘Apakah
pendapatmu tentang Tuhan?’  Jawabnya:  ‘Ia Rupanya penipu,
fanatik dan bengis.’

Sampai  di rumah aku berkata kepada Tuhan: ‘Bagaimana Engkau
bisa tahan dengan hal  seperti  ini,  Tuhan?  Apakah
Engkau
tidak tahu, bahwa selama berabad-abad mereka memberi julukan
jelek kepadaMu?’

Tuhan berkata:  ‘Bukan  Aku  yang  mengadakan
‘Pasar  malam
agama’   itu.   Aku   bahkan 
merasa   terlalu  malu  untuk
mengunjunginya.’

                     
(Burung
Berkicau, Anthony de Mello SJ)

———————————————————————————

SETAN DAN TEMANNYA

Pada   suatu   hari   setan
berjalan-jalan  dengan  seorang
temannya. Mereka melihat seseorang membungkuk  dan  memungut
sesuatu dari jalan.

‘Apa yang ditemukan orang itu?’ tanya si teman.

‘Sekeping kebenaran,’ jawab setan.

‘Itu tidak merisaukanmu?’ tanya si teman.

‘Tidak,’ jawab setan. ‘Saya akan membiarkan dia menjadikannya
kepercayaan agama.’

Kepercayaan agama merupakan suatu  tanda,  yang  menunjukkan
jalan  kepada kebenaran. Orang yang kuat-kuat berpegang pada
penunjuk jalan, tidak dapat berjalan terus menuju kebenaran.
Sebab, ia mengira seakan-akan sudah memilikinya.

                     
       
(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ)

 

 

Sering orang mengira agama atau kepercayaan merekalah yang paling benar,
pandangan orang lain salah semua. Hal ini yang membuat mereka memandang rendah
agama lain yang lalu menimbulkan perpecahan, perselisihan dan peperangan.
Kerusuhan yang kerap melanda Indonesia
pun juga tak lepas dari persoalan perbedaan keyakinan. Masih terdapat golongan2
yang tak suka dengan golongan lain, ada juga yang saling mencurigai pihak lain.
Satu pihak menuduh pihak lain hendak memurtadkan umatnya, yang lain takut akan teror
dan diskriminasi dari pihak lain. Seperti bara api yang masih membara di dalam
sekam, yang mana tak terlihat dari luar, bila suatu saat terdapat percikan yang
menyulut, akan membuat semuanya terbakar.

Bukankah sebenarnya agama adalah sebuah penunjuk jalan
kepada kebenaran? Kebenaran yang mutlak yang tak bisa diombang-ambingkan oleh
jaman yang terus berubah. Meskipun demikian, jangan sampai kita terlalu terpaku
pada penunjuk jalan tersebut, tapi coba lihatlah pada sesuatu yang ditunjuk
oleh penunjuk jalan tersebut.

Memang aku merasa ini perlu pemahaman yang mendalam, aku
sendiri masih sulit untuk melihat dan memahami apa yang sebenarnya ditunjuk
oleh agama. Setidaknya saya berusaha untuk tidak menghakimi agama lain. Berikut
ada lagi kutipan, juga dari Anthony de Mello:


AGAMA DAN JARI

"Kepercayaan agama," kata Sang Guru, "bukanlah pernyataan
akan Realitas, tetapi sebuah petunjuk, yang mengarahkan pada
sesuatu yang tetap merupakan suatu misteri. Misteri itu
melampaui pemahaman akal budi manusia. Pendeknya,
kepercayaan agama hanyalah sebuah jari yang menunjuk pada
bulan.

Beberapa orang beragama tidak pernah beranjak lebih jauh
dari mengamati jari belaka.

Yang lain malah asyik mengisapnya.

Yang lain lagi menggunakan jari untuk mengucek mata. Inilah
orang-orang fanatik yang telah dibutakan oleh agama.

Sangat jarang penganut agama yang cukup mengambil jarak dari
jari mereka untuk dapat melihat apa yang ditunjuk. Mereka
inilah yang, karena melampaui kepercayaan mereka, justru
dianggap sebagai penghujat."

                   
(Berbasa-basi Sejenak, Anthony de Mello)

16
Dec

Mengubah hati kita

         

Dalam hidup ini aku merasakan ada kegembiraan, keberhasilan, kesenangan, kesedihan, dan kepahitan. Semuanya bercampur baur dan tak bisa dipisahkan. Semuanya ada dan turut membentuk sifat, sikap, dan kepribadianku. Saya jadi tahu kegagalan memang tak selamanya buruk. Terkadang dgn kegagalan, saya jadi tahu di mana titik kelemahan, lubang dan kecacatan dalam diri saya yang sebelumnya tersembunyi menjadi tersingkapkan yang mana rupanya pada hari2 biasa hal tersebut tak nampak.

Yang lebih penting dari itu ialah apa yang bisa saya lakukan kemudian. Karena seringkali hanya berhenti pada self-thought, tak berbuahkan kelakuan. Barangkali saya terlalu pasif. Hanya menunggu saja, kurang dorongan diri. Saya telah mencoba untuk mendorong diri sendiri, meskipun menurutku masih kurang karena seringkali semangat mengendur.

Dalam hari-hari terakhir ini, terkadang saya merasa bayangan2 masa lampau kembali terngiang dan kembali muncul dalam angan serta mimpiku. Saya rasa itu adalah angan2ku dari masa silam yang kutekan untuk selalu berada dalam alam bawah sadar, tp rupanya aku tak bisa mengelak bahwa hal tsb masih ada dan mencoba menggeliat keluar dr alam bawah sadar.

Alasan mengapa saya tak mau membiarkannya keluar adalah karena saya merasa sebagian dari hal2 tsb hanyalah ilusi dan imajinasiku semata, yang tak sesuai dgn kenyataan yang ada. Memang dgn berimajinasi org jadi punya ambisi dan cita2, tapi dlm hal ini berbeda, karena ini seperti pengandaian atas hal2 yang telah lewat, yang sdh tak mungkin utk diperbaiki lagi. Saya tahu saya telah salah langkah, tp hanya dgn berandai2 tak akan menyelesaikan masalah, maka saya mencoba menghadapi saja kenyataan yang ada. Saya mencoba menanamkan keyakinan itu dalam diri saya, meskipun terkadang imajinasi mengambil alih pikiranku.

Saya tak mau menyalahkan org lain atas itu semua. Atau menyalahkan Yang di Atas. Karena menyalahkan orang lain kukira tak akan berakibat sesuatu yang membangun dan membuat pikiran tidak berpikir ke arah penyelesaian. Mencoba mengubah diri sendiri ke arah yang yang lebih baik adalah lebih bermanfaat daripada hanya menyalahkan semua orang atau mengharapkan orang lain yang berubah demi kita. Berikut ada sebuah cerita dari Anthony de Mello:

ASAL-USUL SEPATU


Seorang maharaja yang bodoh mengeluh karena jalan yang kasar membuat kakinya sakit. Maka ia memerintahkan agar seluruh negeri diberi alas kulit sapi.

Pegawai istana tertawa ketika raja menyampaikan perintah itu kepadanya. "Yang Mulia, itu adalah suatu gagasan yang gila," serunya. "Mengapa harus mengeluarkan biaya yang sama sekali tidak perlu? Potong saja dua alas kecil kulit sapi untuk melindungi kaki Yang Mulia!"

Itulah yang dikerjakan oleh maharaja. Dan demikianlah lahir gagasan mengenai sepatu.

Orang yang sudah mengalami penerangan batin tahu bahwa untuk membuat dunia tempat yang bahagia. engkau perlu mengubah hatimu - dan bukan dunia.


                      DOA
SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ

11
Dec

Perbedaan Cinta dan Kegilaan Sesaat

Berikut adalah artikel yang dari mana sumbernya saya lupa. Semoga bisa memberi manfaat.


Perbedaan Cinta dan Kegilaan Sesaat

JAWABAN.com - Apakah
anda sedang merasakan cinta atau kegilaan sesaat? Berikut ini 12 cara
untuk menguji perbedaan antara keduanya:

1. Ujian Waktu
Cinta berkembang dan bertumbuh
seiring waktu; sementara kegilaan sesaat makin lama makin memudar.
Kegilaan sesaat sering datang tiba-tiba, kita bisa dengan cepat
berpikir bahwa kita sedang jatuh cinta. Cinta berkembang dari satu
hubungan pertemanan atau persahabatan dan lebih cenderung berfokus ke
arah sifat atau karakter pribadi seseorang, bukan kesan atau persepsi
sekilas kita akan seseorang. Kegilaan sesaat dapat terjadi kapan
saja, sedang cinta yang sesungguhnya membutuhkan waktu.

2. Ujian Pengetahuan
Cinta bertumbuh dari
penilaian akan karakter-karakter seseorang, kegilaan sesaat dapat
bertumbuh hanya karena mengenal salah satu saja dari
karakter-karakter seseorang. Bisa jadi sesuatu tentang penampilan
atau sikap seseorang dalam satu peran atau kesempatan tertentu
memberikan bayangan acak pada kita tentang keseluruhan karakter
mereka. Ini dapat menjadi pemicu dari kegilaan sesaat, karena
kegilaan sesaat hidup dalam dunia buatan dimana obyek kasih sayang
kita itu sempurna dan hanya mencurahkan perhatiannya untuk kita.
Kegilaan sesaat cukup senang mengetahui hanya sedikit, tapi cinta
berharap untuk mengenal lebih dalam lagi, mengetahui kebutuhan,
impian dan harapan seseorang untuk mewujudkannya jadi nyata. Cinta
tertarik bukan pada apa yang bisa dia dapatkan tapi apa yang bisa dia
berikan.

3. Ujian Fokus

Cinta
sejati berfokus pada satu orang lain, kegilaan sesaat berfokus pada
diri sendiri. Perasaan tenggelam dalam reaksi kimia “cinta”,
mengkhawatirkan bagaimana penampilannya atau kesan apa yang akan dia
tunjukkan, dan sebagainya. Apa fokus dari semua itu? Diri sendiri.
Itu bukan cinta, itu hanya reaksi kimiawi yang terjadi di otak,
kegilaan sesaat. Dalam hubungan-hubungan anda yang paling penting,
lihatlah apakah perhatian anda lebih terfokus pada apa yang anda
terima dari mereka atau apa yang dapat anda berikan untuk memenuhi
kebutuhan mereka? Apakah anda berpikir tentang bagaimana penampilan
dan perasaan anda dalam suatu hubungan atau tentang apa yang dapat
anda lakukan agar seseorang itu dapat tampil dan mempunyai perasaan
yang lebih baik?

4. Ujian Singularitas
Cinta sejati berfokus
pada hanya satu orang. Seseorang yang berada dalam kegilaan sesaat
mungkin “jatuh cinta” dengan 2 orang atau lebih secara bersamaan.
Secara mayoritas perselingkuhan terjadi hanya berdasar pada
ketertarikan fisik. Biasanya hal itu dimulai pada saat hubungan resmi
mereka sedang dalam masa yang rapuh. Namun banyak keluarga hancur
karena mereka belum belajar bersikap atau menentukan tindakan dalam
situasi tertentu dimana terasa lebih nyaman jika membiarkan semuanya
tetap berjalan dengan eros. Mereka tidak dapat membedakan antara
kegilaan sesaat dan cinta hingga mereka membuat keputusan yang bodoh.

Kegilaan sesaat hanya bertahan selama 9 sampai 18 bulan, lalu
semua perasaan indah itu pergi, dan anda terjebak bersama orang lain
dengan kebutuhan yang sama seperti yang anda miliki. Dan akhirnya
yang nanti tertinggal hanyalah 2 orang tidak bahagia yang berjuang
dengan kecacatan karakter. Jika anda tidak dapat membedakan cinta dan
kegilaan sesaat, anda akan menghancurkan cinta orang lain dan cinta
anda sendiri.

5. Ujian Rasa Aman
Cinta sejati membutuhkan
dan memelihara rasa aman dan rasa percaya. Individu yang mengalami
kegilaan sesaat sepertinya buta terhadap rasa aman, mereka lebih
mendasarkan pemikirannya terhadap harapan dan mimpi dibanding
pertimbangan yang hati-hati, kegilaan sesaat buta terhadap masalah.
Mereka mungkin mengalami rasa tidak aman yang kadang tampil sebagai
kecemburuan. Rasa aman bertumbuh dan mengalir dari pengenalan dan
kesadaran akan karakter, nilai, dan sejarah seseorang. Anda
benar-benar mengenal siapa dia sebenarnya, dan karena itulah anda
mempercayai mereka. Anda tidak merasa cemburu karena anda tahu
hatinya milik anda. Kecemburuan sering merupakan tanda kurangnya rasa
percaya, dan kurangnya rasa percaya adalah tanda dari adanya kegilaan
sesaat.

6. Ujian Usaha
Seseorang
yang mengalami cinta melakukan usaha untuk keuntungan atau
kebahagiaan orang lainnya. Sebaliknya, orang yang mengalami kegilaan
sesaat tenggelam dalam ambisi, selera dan keinginannya sendiri.
Seseorang yang mengalami cinta mungkin berambisi dalam merencanakan
masa depan bersama dan memimpikan potensi serta bentuk hubungan
mereka yang lebih baik, namun impian mereka beralasan dan dapat
dicapai. Orang yang mengalami kegilaan sesaat hanya berpikir tentang
kesengsaraan mereka sendiri dan mereka sering memimpikan sesuatu yang
tidak realistis yang sebenarnya tidak dapat dicapai oleh mereka
maupun pasangan mereka.

7. Ujian Penyelesaian Masalah
Pasangan yang
mengalami cinta menghadapi masalah dengan terbuka dan berusaha
menyelesaikannya bersama-sama. Orang-orang yang mengalami kegilaan
sesaat cenderung mengabaikan masalah. Jika ada penghalang untuk
menikah bagi pasangan yang saling mencintai, maka
penghalang-penghalang tersebut akan didekati dan dipindahkan.
Penghalang yang tidak bisa dipindahkan mungkin berhubungan dengan
pengetahuan. Mereka tidak menikah dengan buta, menangani masalah
dengan jelas dan membuat keputusan bersama. Sebaliknya, teman-teman
dan keluarga ungkin dibuat bingung dan heran karena kebodohan dan
kebutaan pasangan yang mengalami kegilaan sesaat. Cinta sejati,
berlawanan dengan kepercayaan umum, tidaklah buta, dia dapat melihat
dengan sangat jelas. Kegilaan sesaat, hadir hampir seluruhnya dalam
gelap.

8. Ujian Jarak
Cinta mengetahui pentingnya
jarak. Kegilaan sesaat membayangkan “cinta” harus berupa
kedekatan yang intens, setiap hari, sepanjang waktu. Jika situasi
menuntut anda untuk terpisah beberapa waktu lamanya dari orang yang
anda cintai, hal itu akan mengajar anda banyak hal tentang kualitas
hubungan anda. Jika nyaris tidak ada perpisahan sementara (yang sehat
tentunya), kehidupan lain, hubungan dengan orang-orang lain, dan
keseimbangan yang sehat, maka hubungan tersebut mungkin lebih
merupakan kegilaan sesaat daripada cinta.

9. Ujian Ketertarikan Fisik

Ketertarikan
fisik merupakan bagian yang relatif kecil dalam cinta sejati, namun
merupakan fokus utama dalam kegilaan sesaat. Namu jangan menyamakan
“bagian yang relatif kecil” dengan “tidak ada sama sekali”.
Jika anda sama sekali tidak tertarik secara fisik dengan pasangan
yang akan anda nikahi, maka itu baru bisa disebut masalah. Jangan
membuat cinta sejati terasa sangat spiritual sehingga kita mengingkar
kenyataan dan kebenaran firmanNya. Ketertarikan seksual jelas
merupakan bagian dari cinta.

Sebaliknya, ada karakteristik penting tentang pasangan yang saling
mencintai dalam pernikahan. Bagi mereka, kontak fisik yang terjadi
cenderung memiliki arti khusus yang bersamaan dengan menikmati
kesenangan bersama. Pasangan sering berkomunikasi melalui pandangan
mata, karena ini mengekspresikan perasaan mereka kepada satu sama
lain. Dalam kegilaan sesaat, kontak fisik secara langsung dan
berkelanjutan cenderung berfokus pada kontak fisik itu sendiri. Waktu
untuk bersama hanya dituntut untuk merasakan pengalaman yang
menyenangkan semata.

10. Ujian Kasih Sayang
Dalam cinta, kasih
sayang diekspresikan di belakang dalam sebuah hubungan, yang nantinya
melibatkan ekspresi eksternal dari ketertarikan fisik yang baru saja
kita bahas di atas. Dalam kegilaan sesaat, kasih sayang diekspresikan
di awal hubungan. Hal ini cenderung membuat pasangan bergerak maju ke
arah keintiman fisik yang lebih dalam terlalu cepat. Tanpa kontrol
dari aspek lain cinta yang sejati, kasih sayang akan memudar dengan
cepat. Mungkin ini memberi kesan bahwa hubungan anda dekat, namun
kedekatan itu hanya buatan dan rapuh. Saat kasih sayang bertumbuh
dari pengertian yang mendalam dan persahabatan yang emakin erat, itu
akan membuat makna dan nilainya semakin berarti.

11. Ujian Stabilitas
Kegilaan
sesaat dapat datang dengan tiba-tiba, berubah dalam sekejap dan tidak
dapat diprediksi. Cinta sejati cenderung stabil, ada komitmen di
dalamnya. Ujian stabilitas ini agak sulit dilakukan dalam waktu
harian atau mingguan. Lalu bagaimana menguji stabilitas? Masyarakat
menyarankan pengujiannya dengan tinggal bersama dan melihat bagaimana
nantinya. Untuk berbagai alasan, tinggal bersama tanpa komitmen
sebenarnya lebih mempromosikan ketidakstabilan daripada kestabilan.

12. Ujian Penundaan
Pasangan yang mengalami
cinta sejati memang merasa agak keberatan apabila ada penundaan
pernikahan, namun mereka dapat menerimanya, mereka tidak merasakan
tuntutan untuk cepat-cepat menikah. Pasangan yang mengalami kegilaan
sesaat cenderung buru-buru untuk menikah, secepat mungkin. Penundaan
bagi kegilaan sesaat tidak dapat ditoleransi. Mengapa? Mengapa
pasangan tidak dapat menunggu dan melakukannya pada saat yang tepat
dengan cara yang tepat? Mengapa pasangan tidak menghadapi dan
menyelesaikan terlebih dahulu isu-isu yang ada sehingga mereka dapat
memiliki pernikahan yang kokoh? Pertanyaan-pertanyaan itu menyatakan
perbedaan antara cinta dan kegilaan sesaat.

Saat anda memasuki hubungan serius yang potensial, tanyakanlah
pada diri anda apakah langkah anda berdasarkan pada rasa takut atau
iman. Apakah langkah anda dimotivasi oleh kegelisahan dan
ketertarikan fisik berlebihan atau langkah anda sebagai hasil dari
persiapan yang hati-hati dan cermat untuk menikah?

Jadi, apakah anda masih berpendapat bahwa cinta itu buta? Mungkin
selama ini kita hanya salah membedakan makna cinta itu sendiri.(fis)