Archive for April, 2007

07
Apr

Memuaskan kemarahan rakyat

Hari ini adalah hari Paskah, yaitu hari kebangkitan Yesus. Tapi kali ini saya tidak ingin membicarakan ttg hal itu. Beberapa hari yang lalu aku menonton film Farewell My Concubine, di sana ada satu bagian yang menampilkan tentang Cultural Revolution, di mana orang yang dianggap kontra-revolusi diganyang. Ada banyak orang berkumpul di lapangan dan meneriakkan slogan2 dan meneriakkan sang terdakwa dihabisi saja. Dia dianggap membelot dan Sang terdakwa pun dibawa ramai2 untuk dieksekusi dengan alasan "untuk memuaskan kemarahan rakyat" (to satisfy people’s anger). Suatu alasan yang aneh menurutku. Saya membandingkan hal ini dengan pengadilan Yesus, yang mana banyak orang mendesak Pilatus dan meneriakkan, "salibkan Dia, bebaskan Barabas". Di mana para pendukung Yesus tak terdengar suaranya, lenyap semuanya. Yesus pun akhirnya disalibkan dgn suara terbanyak. Lebih tepatnya Dia berjuang sendirian, tak ada yg membelaNya. Hal yang agak mirip dengan kematian Sokrates, yang mana juga dihukum mati dgn suara terbanyak hasil voting.

Sebenarnya aku menulis ini karena merasa heran sih, bagaimana bisa ada orang yg dihukum mati dgn alasan untuk "memuaskan kemarahan rakyat". Saya jadi teringat di Indonesia ketika ada pencuri atau pencopet yang tertangkap lalu digebuki ramai2, bahkan ada yang disiram bensin lalu disulut api dan dibakar hidup2. Hal semacam ini juga seperti untuk "memuaskan kemarahan rakyat". Mirip juga dgn kerusuhan2 massal dan perusakan yang jamak terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Ini  adalah kejadian yang menunjukkan bahwa sebenarnya slogan yg menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang cinta damai dan penduduknya ramah2, seperti yang sering didengungkan di pelajaran PMP, adalah sebatas mulut saja. Tak sesuai dgn kenyataan yang ada.