Archive for February, 2007

28
Feb

Cannibalism

When somebody heard about cannibal, some of them will imagine about an insane or psycho persons that eat their victim after killing it. Or imagining about a stone-age-tribe that eat other human, usually their enemies after beating them. Some people maybe will remember Sumanto. But I’ve just known that in fact the canibalism in culture, not just in insane man, is still exist nowadays. And one of the last cannibal tribe in the world does live in Indonesia! Yes, Indonesia! The name of the tribe is Korowai tribe. It’s quite shocking in the 21st century and information era there are still exist people live just like in stone age and practicing cannibalism.

Korowai tribe is live near Asmat tribe, in Papua, Indonesia. They live still in traditional way. Until the 1970s, they were unaware of the existence of any people besides themselves and some immediately neighboring tribes. You can know more about Korowai in http://www.smithsonianmagazine.com/issues/2006/september/cannibals.php

In the past, Asmat tribe was famous to be a head-hunter and cannibal. Catholic missionaries has succeed to stop those practice.  In Korowai tribe, local Christian community was just established in the recent years. And it’s still in the borderline, haven’t touched the deep part of the jungle.

I think actually there is still some people there that still practice cannibalizing. But they are not widely reported. Not just person like Sumanto. He lives in the civilised area, so what he’s done had a wide news coverage in Indonesia. He appeared some time for being interviewed in the television. But about the cannibalizing practice that exist in the deep part of jungle, in the place that the nearest police station is several days walk or by the river, who knows about that? I still remember in the Sambas riot in about 1999, there were cannibalizing act after the dayak people slaughter the Madurese, they ate the liver, and any other organ parts.

In the film, there are some film about cannibal, like the series of Hannibal stories, or a 2004 Indonesian movie: Kanibal, Sumanto: Manusia Pemakan Daging Manusia. I think kinds of movie like that may influence or inspiring some insane persons in the future. Especially if devil murmurs to their ears when they watch it.

Actually, Indonesia still doesn’t have a legal law about cannibalizing. Maybe they think that it will not happen. But, when cannibalizing is a part of culture, or when there is still exist some people that believe in power that they will get after eating human flesh, I think that law is necessary.

26
Feb

Tahun Baru Imlek

Imlek telah usai seminggu yang lalu. Tapi baru sekarang aku mau
menuliskannya. Tak apa daripada tidak sama sekali atau menunggu tahun depan
lagi. Toh sekarang juga masih terasa gaungnya, karena Lantern Festival元宵节(yuánxiāojié) juga belum tiba. Perlu diketahui, Lantern Festival di sini bukanlah
Mid-Autumn Festival seperti yang terkadang disebut Lantern Festival juga di negara Singa ini. Lantern Festival ini diadakan tiap tanggal 15 bulan pertama yg di Indonesia disebut dgn Cap Go Meh. Berikut adalah kutipan dari wikipedia ttg Lantern
Festival : "Traditionally, the date
once served as a day for love and matchmaking. It was one of the few nights in
ancient times without a strict curfew. Young people were chaperoned in the
streets in hopes of finding love. Matchmakers acted busily in hopes of pairing
couples. The brightest lanterns were symbolic of good luck and hope
."
Sedangkan di wikipedia bahasa Indonesia tertulis, “Di Asia Tenggara ia dikenal sebagai hari
Valentine
Tionghoa, masa ketika wanita-wanita yang belum menikah
berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut - suatu adat yang berasal dari Penang, Malaysia”.

Saya pribadi baru tahu kalo ada hari
Valentine yang lain selain Valentine’s day tgl 14 Feb, White day tgl 14 Maret
-bagi yg merayakan- dan Chinese Valentine’s
Day
(七夕) tgl 7 bulan 7 lunar year. Belakangan saya
baru tahu juga ada macam2 Valentine’s day di berbagai negara, spt di Romania yg diadakan tgl 24 Februari, lalu ada acara
aneh2 lain spt black day.

Kata Imlek (阴历
[Hokkien]) umum dipakai di Indonesia.
Tapi di Negara Singa ini rupanya lebih umum disebut Spring Festival (春节), seakan-akan itu
adalah festival musim semi belaka. Memang benar itu terjadi pada musim semi di China,
tapi di negeri Singa nan tropis ini sebenarnya tak ada musim semi, jadi seakan
hanya ikut2an saja.

Ada hal lain
yang cukup menarik yaitu, di negeri Singa ini tak terlihat tahun Imlek, tak
seperti di Indonesia yang mana sering terpampang tulisan “Selamat Hari Raya Imlek Tahun 2558”. Di internet saya menemukan
alasannya yaitu: Angka 2558 itu diambil
berdasarkan perkiraan tahun kelahiran Konfusius. Hal itu muncul di Indonesia sejak awal 1900 karena adanya gerakan new
revival. Orang-orang Tionghoa yang beragama Konfusius berusaha untuk menanamkan
suatu akar yang kuat di masyarakat Tionghoa. Indonesialah satu-satunya negara
di dunia di mana Imlek dilengkapkan dengan angka tahun.
Rupanya Confucius
lahir di tahun 551 SM, maka skrg mjd tahun 2558 Imlek.

//www.bulletin.uwaterloo.ca/images/2003/0131chinesenewyear.gif” cannot be displayed, because it contains errors.

Beberapa waktu yang lalu, di saat saya sedang berjalan kembali ke kamar, aku melihat ada tulisan 福 (luck) terbalik, spt gambar di atas. Suatu kebalikan yang disengaja. Setelah diberitahu teman ternyata tulisan tsb dibalik supaya keberuntungan jatuh ke tangan kita. Yah, kalau saya pikir2, meskipun tiap tahun tulisan dibalik, tapi kalo memang sedang bukan nasibnya, keberuntungan tetap saja bisa terbang pergi.

mandarinorange.jpg

Suatu hal yang cukup menarik adalah banyak org yang menaruh pot mandarin orange di rumahnya. Mandarin orange jadi terasa berlimpah jumlahnya. Bahkan  ketika  saya naik bus, si sopir bus yang ternyata wanita, memberi setiap penumpang yang naik dgn angpao berisi jeruk ini yang berukuran kecil. Awalnya kukira kok baik sekali memberi setiap penumpang, ternyata mmg jeruk ini melimpah jumlahnya dan di mana2 kulihat buahnya yang ranum dan siap dipetik oleh siapa saja yang lewat.

Ada satu
perayaan yang unik di negeri Singa ini yaitu Chingay Parade (妆艺大游行[Zhuāngyì Dàyóuxíng]),
yang diadakan di seputar Orchard Road. Ini adalah parade jalanan yang dimulai dari
sejak dilarangnya petasan pada tahun baru di tahun 70-an. Acara ini telah
menjadi multi-cultural event, bukan saja milik etnis China saja. Acara ini mengingatkanku pada Carnival di Rio de Janeiro yang tersohor itu.

Chingay  

Chingay