Berikut adalah artikel yang dari mana sumbernya saya lupa. Semoga bisa memberi manfaat.
Perbedaan Cinta dan Kegilaan Sesaat
JAWABAN.com - Apakah
anda sedang merasakan cinta atau kegilaan sesaat? Berikut ini 12 cara
untuk menguji perbedaan antara keduanya:
1. Ujian Waktu
Cinta berkembang dan bertumbuh
seiring waktu; sementara kegilaan sesaat makin lama makin memudar.
Kegilaan sesaat sering datang tiba-tiba, kita bisa dengan cepat
berpikir bahwa kita sedang jatuh cinta. Cinta berkembang dari satu
hubungan pertemanan atau persahabatan dan lebih cenderung berfokus ke
arah sifat atau karakter pribadi seseorang, bukan kesan atau persepsi
sekilas kita akan seseorang. Kegilaan sesaat dapat terjadi kapan
saja, sedang cinta yang sesungguhnya membutuhkan waktu.
2. Ujian Pengetahuan
Cinta bertumbuh dari
penilaian akan karakter-karakter seseorang, kegilaan sesaat dapat
bertumbuh hanya karena mengenal salah satu saja dari
karakter-karakter seseorang. Bisa jadi sesuatu tentang penampilan
atau sikap seseorang dalam satu peran atau kesempatan tertentu
memberikan bayangan acak pada kita tentang keseluruhan karakter
mereka. Ini dapat menjadi pemicu dari kegilaan sesaat, karena
kegilaan sesaat hidup dalam dunia buatan dimana obyek kasih sayang
kita itu sempurna dan hanya mencurahkan perhatiannya untuk kita.
Kegilaan sesaat cukup senang mengetahui hanya sedikit, tapi cinta
berharap untuk mengenal lebih dalam lagi, mengetahui kebutuhan,
impian dan harapan seseorang untuk mewujudkannya jadi nyata. Cinta
tertarik bukan pada apa yang bisa dia dapatkan tapi apa yang bisa dia
berikan.
3. Ujian Fokus![]()
Cinta
sejati berfokus pada satu orang lain, kegilaan sesaat berfokus pada
diri sendiri. Perasaan tenggelam dalam reaksi kimia “cinta”,
mengkhawatirkan bagaimana penampilannya atau kesan apa yang akan dia
tunjukkan, dan sebagainya. Apa fokus dari semua itu? Diri sendiri.
Itu bukan cinta, itu hanya reaksi kimiawi yang terjadi di otak,
kegilaan sesaat. Dalam hubungan-hubungan anda yang paling penting,
lihatlah apakah perhatian anda lebih terfokus pada apa yang anda
terima dari mereka atau apa yang dapat anda berikan untuk memenuhi
kebutuhan mereka? Apakah anda berpikir tentang bagaimana penampilan
dan perasaan anda dalam suatu hubungan atau tentang apa yang dapat
anda lakukan agar seseorang itu dapat tampil dan mempunyai perasaan
yang lebih baik?
4. Ujian Singularitas
Cinta sejati berfokus
pada hanya satu orang. Seseorang yang berada dalam kegilaan sesaat
mungkin “jatuh cinta” dengan 2 orang atau lebih secara bersamaan.
Secara mayoritas perselingkuhan terjadi hanya berdasar pada
ketertarikan fisik. Biasanya hal itu dimulai pada saat hubungan resmi
mereka sedang dalam masa yang rapuh. Namun banyak keluarga hancur
karena mereka belum belajar bersikap atau menentukan tindakan dalam
situasi tertentu dimana terasa lebih nyaman jika membiarkan semuanya
tetap berjalan dengan eros. Mereka tidak dapat membedakan antara
kegilaan sesaat dan cinta hingga mereka membuat keputusan yang bodoh.
Kegilaan sesaat hanya bertahan selama 9 sampai 18 bulan, lalu
semua perasaan indah itu pergi, dan anda terjebak bersama orang lain
dengan kebutuhan yang sama seperti yang anda miliki. Dan akhirnya
yang nanti tertinggal hanyalah 2 orang tidak bahagia yang berjuang
dengan kecacatan karakter. Jika anda tidak dapat membedakan cinta dan
kegilaan sesaat, anda akan menghancurkan cinta orang lain dan cinta
anda sendiri.
5. Ujian Rasa Aman
Cinta sejati membutuhkan
dan memelihara rasa aman dan rasa percaya. Individu yang mengalami
kegilaan sesaat sepertinya buta terhadap rasa aman, mereka lebih
mendasarkan pemikirannya terhadap harapan dan mimpi dibanding
pertimbangan yang hati-hati, kegilaan sesaat buta terhadap masalah.
Mereka mungkin mengalami rasa tidak aman yang kadang tampil sebagai
kecemburuan. Rasa aman bertumbuh dan mengalir dari pengenalan dan
kesadaran akan karakter, nilai, dan sejarah seseorang. Anda
benar-benar mengenal siapa dia sebenarnya, dan karena itulah anda
mempercayai mereka. Anda tidak merasa cemburu karena anda tahu
hatinya milik anda. Kecemburuan sering merupakan tanda kurangnya rasa
percaya, dan kurangnya rasa percaya adalah tanda dari adanya kegilaan
sesaat.
6. Ujian Usaha
Seseorang
yang mengalami cinta melakukan usaha untuk keuntungan atau
kebahagiaan orang lainnya. Sebaliknya, orang yang mengalami kegilaan
sesaat tenggelam dalam ambisi, selera dan keinginannya sendiri.
Seseorang yang mengalami cinta mungkin berambisi dalam merencanakan
masa depan bersama dan memimpikan potensi serta bentuk hubungan
mereka yang lebih baik, namun impian mereka beralasan dan dapat
dicapai. Orang yang mengalami kegilaan sesaat hanya berpikir tentang
kesengsaraan mereka sendiri dan mereka sering memimpikan sesuatu yang
tidak realistis yang sebenarnya tidak dapat dicapai oleh mereka
maupun pasangan mereka.
7. Ujian Penyelesaian Masalah
Pasangan yang
mengalami cinta menghadapi masalah dengan terbuka dan berusaha
menyelesaikannya bersama-sama. Orang-orang yang mengalami kegilaan
sesaat cenderung mengabaikan masalah. Jika ada penghalang untuk
menikah bagi pasangan yang saling mencintai, maka
penghalang-penghalang tersebut akan didekati dan dipindahkan.
Penghalang yang tidak bisa dipindahkan mungkin berhubungan dengan
pengetahuan. Mereka tidak menikah dengan buta, menangani masalah
dengan jelas dan membuat keputusan bersama. Sebaliknya, teman-teman
dan keluarga ungkin dibuat bingung dan heran karena kebodohan dan
kebutaan pasangan yang mengalami kegilaan sesaat. Cinta sejati,
berlawanan dengan kepercayaan umum, tidaklah buta, dia dapat melihat
dengan sangat jelas. Kegilaan sesaat, hadir hampir seluruhnya dalam
gelap.
8. Ujian Jarak
Cinta mengetahui pentingnya
jarak. Kegilaan sesaat membayangkan “cinta” harus berupa
kedekatan yang intens, setiap hari, sepanjang waktu. Jika situasi
menuntut anda untuk terpisah beberapa waktu lamanya dari orang yang
anda cintai, hal itu akan mengajar anda banyak hal tentang kualitas
hubungan anda. Jika nyaris tidak ada perpisahan sementara (yang sehat
tentunya), kehidupan lain, hubungan dengan orang-orang lain, dan
keseimbangan yang sehat, maka hubungan tersebut mungkin lebih
merupakan kegilaan sesaat daripada cinta.
9. Ujian Ketertarikan Fisik
Ketertarikan
fisik merupakan bagian yang relatif kecil dalam cinta sejati, namun
merupakan fokus utama dalam kegilaan sesaat. Namu jangan menyamakan
“bagian yang relatif kecil” dengan “tidak ada sama sekali”.
Jika anda sama sekali tidak tertarik secara fisik dengan pasangan
yang akan anda nikahi, maka itu baru bisa disebut masalah. Jangan
membuat cinta sejati terasa sangat spiritual sehingga kita mengingkar
kenyataan dan kebenaran firmanNya. Ketertarikan seksual jelas
merupakan bagian dari cinta.
Sebaliknya, ada karakteristik penting tentang pasangan yang saling
mencintai dalam pernikahan. Bagi mereka, kontak fisik yang terjadi
cenderung memiliki arti khusus yang bersamaan dengan menikmati
kesenangan bersama. Pasangan sering berkomunikasi melalui pandangan
mata, karena ini mengekspresikan perasaan mereka kepada satu sama
lain. Dalam kegilaan sesaat, kontak fisik secara langsung dan
berkelanjutan cenderung berfokus pada kontak fisik itu sendiri. Waktu
untuk bersama hanya dituntut untuk merasakan pengalaman yang
menyenangkan semata.
10. Ujian Kasih Sayang
Dalam cinta, kasih
sayang diekspresikan di belakang dalam sebuah hubungan, yang nantinya
melibatkan ekspresi eksternal dari ketertarikan fisik yang baru saja
kita bahas di atas. Dalam kegilaan sesaat, kasih sayang diekspresikan
di awal hubungan. Hal ini cenderung membuat pasangan bergerak maju ke
arah keintiman fisik yang lebih dalam terlalu cepat. Tanpa kontrol
dari aspek lain cinta yang sejati, kasih sayang akan memudar dengan
cepat. Mungkin ini memberi kesan bahwa hubungan anda dekat, namun
kedekatan itu hanya buatan dan rapuh. Saat kasih sayang bertumbuh
dari pengertian yang mendalam dan persahabatan yang emakin erat, itu
akan membuat makna dan nilainya semakin berarti.
11. Ujian Stabilitas
Kegilaan
sesaat dapat datang dengan tiba-tiba, berubah dalam sekejap dan tidak
dapat diprediksi. Cinta sejati cenderung stabil, ada komitmen di
dalamnya. Ujian stabilitas ini agak sulit dilakukan dalam waktu
harian atau mingguan. Lalu bagaimana menguji stabilitas? Masyarakat
menyarankan pengujiannya dengan tinggal bersama dan melihat bagaimana
nantinya. Untuk berbagai alasan, tinggal bersama tanpa komitmen
sebenarnya lebih mempromosikan ketidakstabilan daripada kestabilan.
12. Ujian Penundaan
Pasangan yang mengalami
cinta sejati memang merasa agak keberatan apabila ada penundaan
pernikahan, namun mereka dapat menerimanya, mereka tidak merasakan
tuntutan untuk cepat-cepat menikah. Pasangan yang mengalami kegilaan
sesaat cenderung buru-buru untuk menikah, secepat mungkin. Penundaan
bagi kegilaan sesaat tidak dapat ditoleransi. Mengapa? Mengapa
pasangan tidak dapat menunggu dan melakukannya pada saat yang tepat
dengan cara yang tepat? Mengapa pasangan tidak menghadapi dan
menyelesaikan terlebih dahulu isu-isu yang ada sehingga mereka dapat
memiliki pernikahan yang kokoh? Pertanyaan-pertanyaan itu menyatakan
perbedaan antara cinta dan kegilaan sesaat.
Saat anda memasuki hubungan serius yang potensial, tanyakanlah
pada diri anda apakah langkah anda berdasarkan pada rasa takut atau
iman. Apakah langkah anda dimotivasi oleh kegelisahan dan
ketertarikan fisik berlebihan atau langkah anda sebagai hasil dari
persiapan yang hati-hati dan cermat untuk menikah?
Jadi, apakah anda masih berpendapat bahwa cinta itu buta? Mungkin
selama ini kita hanya salah membedakan makna cinta itu sendiri.(fis)
I ve been reading along for a while now. I just wanted to drop you a comment to say keep up the good work.
Joan
Tips Beauty