Dalam hidup ini aku merasakan ada kegembiraan, keberhasilan, kesenangan, kesedihan, dan kepahitan. Semuanya bercampur baur dan tak bisa dipisahkan. Semuanya ada dan turut membentuk sifat, sikap, dan kepribadianku. Saya jadi tahu kegagalan memang tak selamanya buruk. Terkadang dgn kegagalan, saya jadi tahu di mana titik kelemahan, lubang dan kecacatan dalam diri saya yang sebelumnya tersembunyi menjadi tersingkapkan yang mana rupanya pada hari2 biasa hal tersebut tak nampak.
Yang lebih penting dari itu ialah apa yang bisa saya lakukan kemudian. Karena seringkali hanya berhenti pada self-thought, tak berbuahkan kelakuan. Barangkali saya terlalu pasif. Hanya menunggu saja, kurang dorongan diri. Saya telah mencoba untuk mendorong diri sendiri, meskipun menurutku masih kurang karena seringkali semangat mengendur.
Dalam hari-hari terakhir ini, terkadang saya merasa bayangan2 masa lampau kembali terngiang dan kembali muncul dalam angan serta mimpiku. Saya rasa itu adalah angan2ku dari masa silam yang kutekan untuk selalu berada dalam alam bawah sadar, tp rupanya aku tak bisa mengelak bahwa hal tsb masih ada dan mencoba menggeliat keluar dr alam bawah sadar.
Alasan mengapa saya tak mau membiarkannya keluar adalah karena saya merasa sebagian dari hal2 tsb hanyalah ilusi dan imajinasiku semata, yang tak sesuai dgn kenyataan yang ada. Memang dgn berimajinasi org jadi punya ambisi dan cita2, tapi dlm hal ini berbeda, karena ini seperti pengandaian atas hal2 yang telah lewat, yang sdh tak mungkin utk diperbaiki lagi. Saya tahu saya telah salah langkah, tp hanya dgn berandai2 tak akan menyelesaikan masalah, maka saya mencoba menghadapi saja kenyataan yang ada. Saya mencoba menanamkan keyakinan itu dalam diri saya, meskipun terkadang imajinasi mengambil alih pikiranku.
Saya tak mau menyalahkan org lain atas itu semua. Atau menyalahkan Yang di Atas. Karena menyalahkan orang lain kukira tak akan berakibat sesuatu yang membangun dan membuat pikiran tidak berpikir ke arah penyelesaian. Mencoba mengubah diri sendiri ke arah yang yang lebih baik adalah lebih bermanfaat daripada hanya menyalahkan semua orang atau mengharapkan orang lain yang berubah demi kita. Berikut ada sebuah cerita dari Anthony de Mello:
ASAL-USUL SEPATU
Seorang maharaja yang bodoh mengeluh karena jalan yang kasar membuat kakinya sakit. Maka ia memerintahkan agar seluruh negeri diberi alas kulit sapi.
Pegawai istana tertawa ketika raja menyampaikan perintah itu kepadanya. "Yang Mulia, itu adalah suatu gagasan yang gila," serunya. "Mengapa harus mengeluarkan biaya yang sama sekali tidak perlu? Potong saja dua alas kecil kulit sapi untuk melindungi kaki Yang Mulia!"
Itulah yang dikerjakan oleh maharaja. Dan demikianlah lahir gagasan mengenai sepatu.
Orang yang sudah mengalami penerangan batin tahu bahwa untuk membuat dunia tempat yang bahagia. engkau perlu mengubah hatimu - dan bukan dunia.
DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ
0 Responses to “Mengubah hati kita”
Leave a Reply