Archive for December, 2006

20
Dec

Banjir juga akhirnya…

Di kota Singa ini terkenal kalau anti banjir, hujan selebat apapun, segera setelah hujan reda, air surut dgn sendirinya. Membuatku takjub ketika melihatnya. Tapi rupanya hujan kemarin berbeda. Hujan lebat seharian penuh, bahkan sebenarnya hujan sudah mulai sejak hari Minggu yang lalu, membuat beberapa sudut kota kebanjiran. Membuatku terkejut, rupanya Singapur bisa banjir juga, tak sesakti yang kukira. Berikut adalah kutipan dari berita:

SINGAPORE: Singapore on Tuesday was hit by the third highest rainfall recorded in 75 years.

The 24-hour rainfall recorded was 366 mm.

This amount of rainfall recorded in one day exceeds even the average amount of 284 mm recorded for the whole month of December in previous years.

The highest amount of rainfall recorded over 24 hours in Singapore was 512 mm, in 1978.

The second highest rainfall recorded was 467 mm, in 1969.

Banjir bahkan diberitakan telah mencapai sebatas pinggang di beberapa tempat. Dan yang terjadi tidak hanya banjir dan pohon tumbang, tapi juga tanah longsor di beberapa tempat.

And it wasn’t just trees which felt the impact – over in southern part of the island, part of an empty old shophouse collapsed with debris spilling onto the street. The shophouse is located along Tong Watt Road near River Valley.

Rupanya banjir juga melanda negara tetangga, yaitu Malaysia.

A 24-hour deluge in Singapore and Malaysia’s southernmost state of Johor caused flooding, landslides and evacuation of 10,000 people to relief centres.
Continuous rainfall Tuesday caused almost all districts in Johor to be immersed in the floods, dubbed one of the worst in a century, state Chief Minister Abdul Ghani Othman said.
Water levels of four rivers in Johor rose to dangerous levels, and the pouring rain caused nine major landslides there, prompting the army to prepare 20 boats and a helicopter for rescue efforts as well as to deliver food and clothing to the affected areas.

Sebenarnya berita terbaru menyebutkan jumlah korban yang lebih besar, bahkan disebutkan pula kalau banjir ini adalah yang terparah dalam satu abad. Saya tak tahu kalau ternyata banjirnya bisa sedemikian parahnya. Saya sendiri hanya berdiam diri di kamar, jadi tak merasa apa-apa. =D

Berikut adalah gambar2 ttg banjir:

image image image image

Singapur yang terkenal dgn saluran airnya yang tak pernah macet dan selalu lancar saja bisa banjir. Saya membayangkan, apabila hal serupa terjadi di bumi Indonesia, tentunya bakal terjadi bencana yg lebih parah. Memang manusia bisa berusaha sekuat tenaga untuk mengatasi alam. Tapi bila Tuhan berkehendak, siapa yg bisa melawannya?

18
Dec

Relationship

Beberapa waktu lalu seorang teman menanyakan kabar lewat pesan instant (IM), setelah sekian lamanya tak pernah bercakap-cakap, baik secara langsung maupun secara tak langsung. Setelah basa-basi sejenak, lalu dia menanyakan, apakah saya sudah berlampu merah. Lalu saya jawab  tidak. Lalu dia minta saya menceritakan pengalaman saya dan dialog pun menjadi makin serius. Dialog berkembang ke arah hubungan dgn lawan jenis. Saya mencoba dengan sepengetahuan saya menjawab pertanyaan dia. Ternyata setelah bercakap-cakap panjang lebar, lalu dia mengaku kalau dia baru saja berlampu merah. Dan belum ada orang yang tahu, karena belum dideklarasikan ke orang lain. Saya terhenyak, pantas saja, dari tadi omongannya menjurus ke arah situ. Dalam hati saya berkata, wah, tambah satu lagi teman yang telah berlampu merah.

Cerita selanjutnya tak perlu  kuceritakan lagi. Setelah kulihat2, memang makin banyak saja teman yang telah berlampu merah. Dari status di friendster beberapa teman telah berubah status, mulai dari domestic partnertship, it’s complicated, in relationship, bahkan married! Entah sudah menikah sungguhan atau tidak itu. Ketika saya bersua dengannya, dia tetap seperti biasa, bahkan ternyata sedang LDR. Berarti itu cuma buat iseng2 sahaja. Beberapa hari lalu aku baru saja tahu kalau salah satu saudaraku juga sudah berganti status. Sementara yang lain masih dalam daftar tunggu mengingat banyaknya teman yang sedang dalam lampu kuning atau oranye, seperti yang dia katakan sendiri kpd saya. Dalam semester ini saya menyaksikan ada beberapa teman saya yang punya gebetan freshie2, ada yang terlihat putus asa, ada yang merasa kebingungan, seperti yg terlihat di statusnya, it’s complicated. Beberapa di antaranya saling bersaing, baik terang2an atau tidak. Sementara yang sudah ada gandengan, ada yang bermasalah. Saya kurang tahu sih mengenai hal ini, saya hanya melihatnya sekilas saja, tak tahu masalah yang sebenarnya terjadi.

Dalam hati saya tersenyum saja. Kalau saya sendiri bagaimana? Kalau saya melihat2, sepertinya jodoh datangnya masih jauh. Entah di mana dia berada. Mungkin saja suatu saat kelak, banyak kawan saya satu persatu yang menikah, dan saya diundang ke pesta perjamuannya. Dan satu persatu meninggalkan saya. Tapi biar saja. Suka atau tidak suka, coba nikmati saja apa yang didapat kelak. Saya mencoba untuk tidak berpikir yang aneh2 dan mencari sisi positifnya.

Kalau dipikir2 lagi, terkadang saya heran dan timbul pertanyaan2 dari diri saya seperti, mengapa sih ketika seseorang ‘jadian’, banyak temannya yang mengucapkan selamat dengan disertai ucapan seperti, ”Waduh, jadi iri”; “Semoga awet sampai ke anak cucu dan Happily ever after” serta tak lupa, “ Jangan lupa traktirannya” Biasanya traktiran itu yang paling sering diucapkan. Saya dulu ketika pertama mendengar orang berkata seperti itu agak heran, kenapa harus traktir2. Dulu pikiranku sih mulainya orang pacaran kan ikrar yang diucapkan yang melibatkan kedua belah pihak, dan tidak melibatkan orang lain. Kenapa perlu dirayain dengan makan2 seolah baru saja meraih sesuatu gelar kejuaraan. Biasanya orang yang makan2 kan di waktu pertunangan, kalau pertunangan itu dirayakan, atau perjamuan pernikahan. Masak baru mulai pacaran sdh ngajak makan2? Pada kenyataannya saya juga tak pernah mendengar orang yang begitu ‘jadian’ lalu traktir2 makan. Atau mungkin saya yang tak pernah diundang kalau ada traktiran macam itu ya? Apapun itu, saya pribadi tak pernah bilang kalau saya menunggu traktiran, maka ya kalau tak diundang ya wajar saja. Kan saya sendiri juga tak pernah berharap.

Ketika melihat gelagat dan perilaku teman2 saya, terkadang timbul pertanyaan, memang kalau suka itu mesti sampai jadian ya? Melihat ada teman yang baru saja kenal bbrp minggu terus lgsg ditembak. Mendengar percakapan teman2, seolah2 tujuan mereka adalah nantinya menembak dan akhirnya jadi pacarnya. Saya sendiri tak pernah sungguh2 ingin seseorang menjadi kekasihku, karena saya merasa masih ada yang kurang pada diri saya dan nampaknya masih belum saatnya bagiku. Memang sih kalau sesuatu hal yang tak punya tujuan akhir, jadi tak berarah. Tapi kalau tujuan akhirnya cuma hanya demi pacaran saja itu kurasa juga kurang kuat. Tak ada arah mau dibawa ke mana pacaran nantinya. Makanya banyak orang yang lalu salah jalan, hubungan cepat kandas, atau terjadi hal2 yang tdk diinginkan.

Ada lagi yang biasanya orang bilang, “wah cocok2, mukanya mirip pula”. Padahal orangnya itu cuma diberitahu gambarnya saja, belum ketemu orangnya dan belum tahu sifat2nya. Kalau saya sendiri biasanya tak langsung bilang cocok, atau bahkan malah gak bilang kalo cocok, hanya bilang semoga ini memang jalan yang terbaik dan semoga tidak salah jalan. Jalan yang digariskan dari Tuhan itu tak selamanya lurus, sering sekali berliku2 atau patah2. Terkadang kita harus melewati kegagalan, kegetiran, atau perpecahan dahulu sebelum mencapai garis akhir. Maka dari itu saya juga tak bisa begitu langsung percaya kalau orang ini cocok kalau saya tak menyelidiki lebih mendalam dan yang lebih penting lagi minta hikmat dari Tuhan supaya tak salah dalam melangkah. Mengenai muka yang mirip, itu menurutku sungguh omong kosong belaka. Tak ada hubungannya. Mana bisa orang yang sudah ‘jadi’ lama2 mukanya jadi lebih mirip. Lalu yang belum ‘jadi’ sudah mirip trs dibilang cocok.

Dulu saya bertanya2 kenapa orang kok bisa merasa sedih kalau seseorang yang disukai menolak dia. Setelah kupikir2, itu disebabkan karena orang yang memberikan cintanya kepada orang lain, tentunya ingin setidaknya dibalas cintanya. Karena manusia ingin mencintai dan dicintai dgn sepenuh hati. Saya jadi teringat pengakuan teman saya, dia dulu sampai nggak makan nggak minum sampai 30 jam! Pikiran jadi kosong, dan bahkan sempat terlintas pikiran hendak bunuh diri! Waks, itu benar2 kena depresi namanya. Saya kira itu berlebihan. Dia terlalu berlebihan dalam menyikapi. Karena dgn depresi hingga bunuh diri pun tidak bakal mengubah rasa di hati.

Saya teringat kejadian yang telah terjadi beberapa bulan yang lalu. Ketika itu saya sedang bercakap-cakap dengan 2 orang teman saya. Pembicaraan mengalir kesana kemari hingga lalu pembicaraan mengarah ke kawan2 yg telah berpacaran. Kira2 salah satu percakapannya seperti berikut, teman saya yg cewek bilang, "Si ini (censored) dulu waktu msh LDR pernah dobel sama org lain. Memang orangnya cakep sih, kenapa enggak? Asal pacarnya nggak tahu aja. Kalau gue punya wajah cakep, kenapa enggak kalo mau dobel, tripel, ato lebih, mumpung masih laku." Sontak ku terkejut mendengar pengakuan itu. Lalu ku bertanya pada teman cowok di sebelahku, "Kalau misalnya pacarmu selingkuh, kamu gimana?" Trs dia jawab, "Ya nggak apa-apa atuh, asal gak ketahuan ya gak apa-apa…" Hah, langsung ku terkesiap dan terperangah mendengar jawaban polos itu. Segera saja saya merasa kalau cara pandang saya paling asing atau paling nyeleneh kalo dibandingkan dengan org2 lain. Saya jadi bingung dan nggak habis pikir bahkan sampai sekarang ini masih tetap teringat kejadian tsb. Yah, ternyata begitulah pandangan dunia. Sangat berbeda dgn pandangan kristiani. Banyak orang di dunia yang menganggap remeh pacaran. Dari film2 dan sinetron2 bisa dilihat bagaimana anak muda jaman sekarang yg perilaku dlm pacarannya suka putus-ganti.

Sebenarnya benar gak sih, kalau cinta itu hanya mengandalkan perasaan? Asal ada rasa, ungkapkan saja, akan lebih menyakitkan kalau dia tidak tahu ttg perasaan di hatimu.

begitu kira2 pendapat sebagian orang. Sekarang, setelah kupikir2 lagi, saya tidak percaya dgn hal semacam itu. Saya merasa bahwa feeling saja tidak cukup, karena itu bisa saja hanyalah kegilaan sesaat saja. - artikel ttg kegilaan sesaat sdh kupost beberapa hari lalu dan bisa dilihat di bawah - Saya merasa ada sesuatu yang lain, yang lebih dari sekedar perasaan saja. Saya pernah membaca buku Boy Meets Girl dan di sana tertulis, don’t follow your feelings until you’ve tested them. Wait until romance can be guided by wisdom. You are ready to start a courtship when you can match romance with wisdom. Ada lagi, When you are close emotionally, you give away part of your heart. Maka dari itu, jgn macam2 dgn romance.

Kadang aku bertanya2 pula, apa benar kalau pacaran itu sebegitu menyenangkannya sehingga orang2 begitu inginnya untuk pacaran. Temanku yang sdh pernah pacaran pernah bilang kalau pacaran tidak sesenang spt yg terlihat pada pasangan yang sedang berasyik-masyuk, banyak juga saat2 di mana banyak gak enaknya, terutama ketika ada masalah melanda.

Begitu juga dgn pernikahan. Waktu ku masih kecil seringkali mendengar cerita anak2 yang berakhiran, "Maka akhirnya sang pangeran pun hidup bahagia dgn sang putri untuk selama-lamanya" atau "happily ever after". Dalam kebudayaan Tionghoa, dalam pesta pernikahan selalu ada tulisan double happiness   yang mana berasal dari huruf (xi – like, happy) yang ditulis berdampingan, jadidouble happiness berarti double happiness. Pernikahan dianggap sebagai sesuatu yang membahagiakan seperti ada kebahagiaan dobel. Jika memang pernikahan itu membahagiakan, mengapa banyak orang yg putus-cerai? Seperti yang kita lihat, tak usah jauh2 di negara lain, di kalangan artis2 Indonesia, belakangan ini banyak yg mau bercerai, seperti Tamara, Ulfa, Kiki Fatmala dan org2 yg telah lama menikah pun jg mengajukan gugatan cerai, seperti Koes Hendratmo dan Helmy Yahya. Kenapa pula sampai mesti ada orang sebelum nikah menandatangani perjanjian dulu spy nanti ketika bercerai tidak bakal menuntut yang macam2? Saya kira sebenarnya pernikahan itu tergantung orang bagaimana memandangnya. Ada org yang pada saat pernikahan, ketika di kamar pengantin, baru tahu rupa pasangannya, tapi tetap langgeng sampai tua. Ada yang baru menikah sehari saja sudah cerai. Saya pernah bertanya pada teman saya, "Kalau kamu misalnya nanti jodoh nggak dapat-dapat gimana?" Dan dia menjawab,"Gue bakalan cari perempuan di Kalimantan." Waks, saya terkejut pendengar pengakuannya. Memang, banyak orang Taiwan yang cari istri di Kalimantan, karena cari istri di negaranya sulit. Lagipula org Kalimantan, terutama chinese Kalimantan Barat, bisa bercakap dalam dialek yg sama dgn org Taiwan. Sebenarnya kalo tak bisa berbicara bahasa pasangannya pun tak masalah, karena yang dipentingkan bagi mereka ialah mereka ingin membina rumah tangga. Itu saja. Baru2 ini saya baca di berita kalau di Malaysia banyak perempuan imigran dr Vietnam yang dijual untuk dijadikan istri. Dan terutama yang mencari ialah para duda, org yang lanjut usia, atau org kaya yg ingin punya istri muda. Di China, di mana rasio antara laki2 dan perempuan terus meningkat, membuat orang makin sulit saja mencari istri, ada agen yang mencarikan istri buat org2 yang ingin menikah, tentunya dgn imbalan sejumlah biaya. Pernah ada suatu kejadian, ketika menikah baru ketahuan kalau yang dinikahi itu aslinya laki-laki! Rupanya dia hanya menginginkan uang saja, hingga nekat menyamar sebagai perempuan dan mendaftar ke agen tsb. Saya jadi teringat perkataan teman saya, dia bilang kalo misalnya dia nanti suka sama orang Thailand, harus dipastikan dulu kalau dia benar2 perempuan, bukan banci! Mengingat di Thailand banci2 bisa wajah dan tubuhnya benar2 mirip wanita beneran, bahkan bisa lebih cantik. Olala, sampai sebegitunya…

Di dalam kekristenan, pernikahan adalah sesuatu yang sakral, suci. Maka dari itu perlu pemberkatan dari gereja ketika menikah. Kedua mempelai tidak dianggap lagi dua, melainkan satu, dan sekali menikah tidak bisa diceraikan. Mereka haruslah sehidup semati, dalam suka maupun duka, dalam sedih maupun susah, hingga maut memisahkan!

Yang jelas, kalau pernikahan tidak ditanggapi dgn sungguh2 dan mohon bimbingan dr Tuhan, bisa terjadi percekcokan kekacauan. Contoh ekstrimnya seperti yang pernah saya dengar, di Meksiko kalau gak salah, ada suami-istri yang bertengkar sampai menggunakan senjata api, bahkan senjata peledak! Tak heran bila keduanya akhirnya masuk ke rumah sakit. Ada-ada saja.

Bagi yang sedang mencari2 jodoh, cobalah untuk berkonsentrasi tak hanya mencari orang yang tepat, tapi bagaimana menjadi orang yang tepat. Saya sendiri masih berjuang untuk itu. Semoga bisa.

17
Dec

Tentang agama

Saya kemarin melihat2 karya2 dari Anthony de Mello dan isinya
menyadarkanku akan apa agama sesungguhnya. Berikut adalah dua dari antaranya:

 

PASAR MALAM AGAMA

Aku  dan  temanku  pergi ke ‘Pasar malam agama.’ Bukan pasar
dagang. Pasar agama. Tetapi  persaingannya  sama  sengitnya,
propagandanya pun sama hebatnya.

Di kios Yahudi kami mendapat selebaran yang mengatakan bahwa
Tuhan itu Maha Pengasih dan bahwa bangsa Yahudi adalah  umat
pilihanNya.  Ya,  bangsa  Yahudi. Tidak ada bangsa lain yang
terpilih seperti bangsa Yahudi.

Di kios Islam kami mendengar, bahwa Allah itu Maha Penyayang
dan  Muhammad  ialah  nabiNya.  Keselamatan diperoleh dengan
mendengarkan Nabi Tuhan yang satu-satunya itu.

Di kios Kristen kami menemukan, bahwa Tuhan adalah Cinta dan
bahwa   di  luar  Gereja  tidak  ada
keselamatan.  Silahkan
mengikuti Gereja Kudus jika  tidak  ingin  mengambil
risiko
masuk neraka.

Di   pintu  keluar  aku  bertanya  kepada
temanku:  ‘Apakah
pendapatmu tentang Tuhan?’  Jawabnya:  ‘Ia Rupanya penipu,
fanatik dan bengis.’

Sampai  di rumah aku berkata kepada Tuhan: ‘Bagaimana Engkau
bisa tahan dengan hal  seperti  ini,  Tuhan?  Apakah
Engkau
tidak tahu, bahwa selama berabad-abad mereka memberi julukan
jelek kepadaMu?’

Tuhan berkata:  ‘Bukan  Aku  yang  mengadakan
‘Pasar  malam
agama’   itu.   Aku   bahkan 
merasa   terlalu  malu  untuk
mengunjunginya.’

                     
(Burung
Berkicau, Anthony de Mello SJ)

———————————————————————————

SETAN DAN TEMANNYA

Pada   suatu   hari   setan
berjalan-jalan  dengan  seorang
temannya. Mereka melihat seseorang membungkuk  dan  memungut
sesuatu dari jalan.

‘Apa yang ditemukan orang itu?’ tanya si teman.

‘Sekeping kebenaran,’ jawab setan.

‘Itu tidak merisaukanmu?’ tanya si teman.

‘Tidak,’ jawab setan. ‘Saya akan membiarkan dia menjadikannya
kepercayaan agama.’

Kepercayaan agama merupakan suatu  tanda,  yang  menunjukkan
jalan  kepada kebenaran. Orang yang kuat-kuat berpegang pada
penunjuk jalan, tidak dapat berjalan terus menuju kebenaran.
Sebab, ia mengira seakan-akan sudah memilikinya.

                     
       
(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ)

 

 

Sering orang mengira agama atau kepercayaan merekalah yang paling benar,
pandangan orang lain salah semua. Hal ini yang membuat mereka memandang rendah
agama lain yang lalu menimbulkan perpecahan, perselisihan dan peperangan.
Kerusuhan yang kerap melanda Indonesia
pun juga tak lepas dari persoalan perbedaan keyakinan. Masih terdapat golongan2
yang tak suka dengan golongan lain, ada juga yang saling mencurigai pihak lain.
Satu pihak menuduh pihak lain hendak memurtadkan umatnya, yang lain takut akan teror
dan diskriminasi dari pihak lain. Seperti bara api yang masih membara di dalam
sekam, yang mana tak terlihat dari luar, bila suatu saat terdapat percikan yang
menyulut, akan membuat semuanya terbakar.

Bukankah sebenarnya agama adalah sebuah penunjuk jalan
kepada kebenaran? Kebenaran yang mutlak yang tak bisa diombang-ambingkan oleh
jaman yang terus berubah. Meskipun demikian, jangan sampai kita terlalu terpaku
pada penunjuk jalan tersebut, tapi coba lihatlah pada sesuatu yang ditunjuk
oleh penunjuk jalan tersebut.

Memang aku merasa ini perlu pemahaman yang mendalam, aku
sendiri masih sulit untuk melihat dan memahami apa yang sebenarnya ditunjuk
oleh agama. Setidaknya saya berusaha untuk tidak menghakimi agama lain. Berikut
ada lagi kutipan, juga dari Anthony de Mello:


AGAMA DAN JARI

"Kepercayaan agama," kata Sang Guru, "bukanlah pernyataan
akan Realitas, tetapi sebuah petunjuk, yang mengarahkan pada
sesuatu yang tetap merupakan suatu misteri. Misteri itu
melampaui pemahaman akal budi manusia. Pendeknya,
kepercayaan agama hanyalah sebuah jari yang menunjuk pada
bulan.

Beberapa orang beragama tidak pernah beranjak lebih jauh
dari mengamati jari belaka.

Yang lain malah asyik mengisapnya.

Yang lain lagi menggunakan jari untuk mengucek mata. Inilah
orang-orang fanatik yang telah dibutakan oleh agama.

Sangat jarang penganut agama yang cukup mengambil jarak dari
jari mereka untuk dapat melihat apa yang ditunjuk. Mereka
inilah yang, karena melampaui kepercayaan mereka, justru
dianggap sebagai penghujat."

                   
(Berbasa-basi Sejenak, Anthony de Mello)

16
Dec

Mengubah hati kita

         

Dalam hidup ini aku merasakan ada kegembiraan, keberhasilan, kesenangan, kesedihan, dan kepahitan. Semuanya bercampur baur dan tak bisa dipisahkan. Semuanya ada dan turut membentuk sifat, sikap, dan kepribadianku. Saya jadi tahu kegagalan memang tak selamanya buruk. Terkadang dgn kegagalan, saya jadi tahu di mana titik kelemahan, lubang dan kecacatan dalam diri saya yang sebelumnya tersembunyi menjadi tersingkapkan yang mana rupanya pada hari2 biasa hal tersebut tak nampak.

Yang lebih penting dari itu ialah apa yang bisa saya lakukan kemudian. Karena seringkali hanya berhenti pada self-thought, tak berbuahkan kelakuan. Barangkali saya terlalu pasif. Hanya menunggu saja, kurang dorongan diri. Saya telah mencoba untuk mendorong diri sendiri, meskipun menurutku masih kurang karena seringkali semangat mengendur.

Dalam hari-hari terakhir ini, terkadang saya merasa bayangan2 masa lampau kembali terngiang dan kembali muncul dalam angan serta mimpiku. Saya rasa itu adalah angan2ku dari masa silam yang kutekan untuk selalu berada dalam alam bawah sadar, tp rupanya aku tak bisa mengelak bahwa hal tsb masih ada dan mencoba menggeliat keluar dr alam bawah sadar.

Alasan mengapa saya tak mau membiarkannya keluar adalah karena saya merasa sebagian dari hal2 tsb hanyalah ilusi dan imajinasiku semata, yang tak sesuai dgn kenyataan yang ada. Memang dgn berimajinasi org jadi punya ambisi dan cita2, tapi dlm hal ini berbeda, karena ini seperti pengandaian atas hal2 yang telah lewat, yang sdh tak mungkin utk diperbaiki lagi. Saya tahu saya telah salah langkah, tp hanya dgn berandai2 tak akan menyelesaikan masalah, maka saya mencoba menghadapi saja kenyataan yang ada. Saya mencoba menanamkan keyakinan itu dalam diri saya, meskipun terkadang imajinasi mengambil alih pikiranku.

Saya tak mau menyalahkan org lain atas itu semua. Atau menyalahkan Yang di Atas. Karena menyalahkan orang lain kukira tak akan berakibat sesuatu yang membangun dan membuat pikiran tidak berpikir ke arah penyelesaian. Mencoba mengubah diri sendiri ke arah yang yang lebih baik adalah lebih bermanfaat daripada hanya menyalahkan semua orang atau mengharapkan orang lain yang berubah demi kita. Berikut ada sebuah cerita dari Anthony de Mello:

ASAL-USUL SEPATU


Seorang maharaja yang bodoh mengeluh karena jalan yang kasar membuat kakinya sakit. Maka ia memerintahkan agar seluruh negeri diberi alas kulit sapi.

Pegawai istana tertawa ketika raja menyampaikan perintah itu kepadanya. "Yang Mulia, itu adalah suatu gagasan yang gila," serunya. "Mengapa harus mengeluarkan biaya yang sama sekali tidak perlu? Potong saja dua alas kecil kulit sapi untuk melindungi kaki Yang Mulia!"

Itulah yang dikerjakan oleh maharaja. Dan demikianlah lahir gagasan mengenai sepatu.

Orang yang sudah mengalami penerangan batin tahu bahwa untuk membuat dunia tempat yang bahagia. engkau perlu mengubah hatimu - dan bukan dunia.


                      DOA
SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ

11
Dec

Perbedaan Cinta dan Kegilaan Sesaat

Berikut adalah artikel yang dari mana sumbernya saya lupa. Semoga bisa memberi manfaat.


Perbedaan Cinta dan Kegilaan Sesaat

JAWABAN.com - Apakah
anda sedang merasakan cinta atau kegilaan sesaat? Berikut ini 12 cara
untuk menguji perbedaan antara keduanya:

1. Ujian Waktu
Cinta berkembang dan bertumbuh
seiring waktu; sementara kegilaan sesaat makin lama makin memudar.
Kegilaan sesaat sering datang tiba-tiba, kita bisa dengan cepat
berpikir bahwa kita sedang jatuh cinta. Cinta berkembang dari satu
hubungan pertemanan atau persahabatan dan lebih cenderung berfokus ke
arah sifat atau karakter pribadi seseorang, bukan kesan atau persepsi
sekilas kita akan seseorang. Kegilaan sesaat dapat terjadi kapan
saja, sedang cinta yang sesungguhnya membutuhkan waktu.

2. Ujian Pengetahuan
Cinta bertumbuh dari
penilaian akan karakter-karakter seseorang, kegilaan sesaat dapat
bertumbuh hanya karena mengenal salah satu saja dari
karakter-karakter seseorang. Bisa jadi sesuatu tentang penampilan
atau sikap seseorang dalam satu peran atau kesempatan tertentu
memberikan bayangan acak pada kita tentang keseluruhan karakter
mereka. Ini dapat menjadi pemicu dari kegilaan sesaat, karena
kegilaan sesaat hidup dalam dunia buatan dimana obyek kasih sayang
kita itu sempurna dan hanya mencurahkan perhatiannya untuk kita.
Kegilaan sesaat cukup senang mengetahui hanya sedikit, tapi cinta
berharap untuk mengenal lebih dalam lagi, mengetahui kebutuhan,
impian dan harapan seseorang untuk mewujudkannya jadi nyata. Cinta
tertarik bukan pada apa yang bisa dia dapatkan tapi apa yang bisa dia
berikan.

3. Ujian Fokus

Cinta
sejati berfokus pada satu orang lain, kegilaan sesaat berfokus pada
diri sendiri. Perasaan tenggelam dalam reaksi kimia “cinta”,
mengkhawatirkan bagaimana penampilannya atau kesan apa yang akan dia
tunjukkan, dan sebagainya. Apa fokus dari semua itu? Diri sendiri.
Itu bukan cinta, itu hanya reaksi kimiawi yang terjadi di otak,
kegilaan sesaat. Dalam hubungan-hubungan anda yang paling penting,
lihatlah apakah perhatian anda lebih terfokus pada apa yang anda
terima dari mereka atau apa yang dapat anda berikan untuk memenuhi
kebutuhan mereka? Apakah anda berpikir tentang bagaimana penampilan
dan perasaan anda dalam suatu hubungan atau tentang apa yang dapat
anda lakukan agar seseorang itu dapat tampil dan mempunyai perasaan
yang lebih baik?

4. Ujian Singularitas
Cinta sejati berfokus
pada hanya satu orang. Seseorang yang berada dalam kegilaan sesaat
mungkin “jatuh cinta” dengan 2 orang atau lebih secara bersamaan.
Secara mayoritas perselingkuhan terjadi hanya berdasar pada
ketertarikan fisik. Biasanya hal itu dimulai pada saat hubungan resmi
mereka sedang dalam masa yang rapuh. Namun banyak keluarga hancur
karena mereka belum belajar bersikap atau menentukan tindakan dalam
situasi tertentu dimana terasa lebih nyaman jika membiarkan semuanya
tetap berjalan dengan eros. Mereka tidak dapat membedakan antara
kegilaan sesaat dan cinta hingga mereka membuat keputusan yang bodoh.

Kegilaan sesaat hanya bertahan selama 9 sampai 18 bulan, lalu
semua perasaan indah itu pergi, dan anda terjebak bersama orang lain
dengan kebutuhan yang sama seperti yang anda miliki. Dan akhirnya
yang nanti tertinggal hanyalah 2 orang tidak bahagia yang berjuang
dengan kecacatan karakter. Jika anda tidak dapat membedakan cinta dan
kegilaan sesaat, anda akan menghancurkan cinta orang lain dan cinta
anda sendiri.

5. Ujian Rasa Aman
Cinta sejati membutuhkan
dan memelihara rasa aman dan rasa percaya. Individu yang mengalami
kegilaan sesaat sepertinya buta terhadap rasa aman, mereka lebih
mendasarkan pemikirannya terhadap harapan dan mimpi dibanding
pertimbangan yang hati-hati, kegilaan sesaat buta terhadap masalah.
Mereka mungkin mengalami rasa tidak aman yang kadang tampil sebagai
kecemburuan. Rasa aman bertumbuh dan mengalir dari pengenalan dan
kesadaran akan karakter, nilai, dan sejarah seseorang. Anda
benar-benar mengenal siapa dia sebenarnya, dan karena itulah anda
mempercayai mereka. Anda tidak merasa cemburu karena anda tahu
hatinya milik anda. Kecemburuan sering merupakan tanda kurangnya rasa
percaya, dan kurangnya rasa percaya adalah tanda dari adanya kegilaan
sesaat.

6. Ujian Usaha
Seseorang
yang mengalami cinta melakukan usaha untuk keuntungan atau
kebahagiaan orang lainnya. Sebaliknya, orang yang mengalami kegilaan
sesaat tenggelam dalam ambisi, selera dan keinginannya sendiri.
Seseorang yang mengalami cinta mungkin berambisi dalam merencanakan
masa depan bersama dan memimpikan potensi serta bentuk hubungan
mereka yang lebih baik, namun impian mereka beralasan dan dapat
dicapai. Orang yang mengalami kegilaan sesaat hanya berpikir tentang
kesengsaraan mereka sendiri dan mereka sering memimpikan sesuatu yang
tidak realistis yang sebenarnya tidak dapat dicapai oleh mereka
maupun pasangan mereka.

7. Ujian Penyelesaian Masalah
Pasangan yang
mengalami cinta menghadapi masalah dengan terbuka dan berusaha
menyelesaikannya bersama-sama. Orang-orang yang mengalami kegilaan
sesaat cenderung mengabaikan masalah. Jika ada penghalang untuk
menikah bagi pasangan yang saling mencintai, maka
penghalang-penghalang tersebut akan didekati dan dipindahkan.
Penghalang yang tidak bisa dipindahkan mungkin berhubungan dengan
pengetahuan. Mereka tidak menikah dengan buta, menangani masalah
dengan jelas dan membuat keputusan bersama. Sebaliknya, teman-teman
dan keluarga ungkin dibuat bingung dan heran karena kebodohan dan
kebutaan pasangan yang mengalami kegilaan sesaat. Cinta sejati,
berlawanan dengan kepercayaan umum, tidaklah buta, dia dapat melihat
dengan sangat jelas. Kegilaan sesaat, hadir hampir seluruhnya dalam
gelap.

8. Ujian Jarak
Cinta mengetahui pentingnya
jarak. Kegilaan sesaat membayangkan “cinta” harus berupa
kedekatan yang intens, setiap hari, sepanjang waktu. Jika situasi
menuntut anda untuk terpisah beberapa waktu lamanya dari orang yang
anda cintai, hal itu akan mengajar anda banyak hal tentang kualitas
hubungan anda. Jika nyaris tidak ada perpisahan sementara (yang sehat
tentunya), kehidupan lain, hubungan dengan orang-orang lain, dan
keseimbangan yang sehat, maka hubungan tersebut mungkin lebih
merupakan kegilaan sesaat daripada cinta.

9. Ujian Ketertarikan Fisik

Ketertarikan
fisik merupakan bagian yang relatif kecil dalam cinta sejati, namun
merupakan fokus utama dalam kegilaan sesaat. Namu jangan menyamakan
“bagian yang relatif kecil” dengan “tidak ada sama sekali”.
Jika anda sama sekali tidak tertarik secara fisik dengan pasangan
yang akan anda nikahi, maka itu baru bisa disebut masalah. Jangan
membuat cinta sejati terasa sangat spiritual sehingga kita mengingkar
kenyataan dan kebenaran firmanNya. Ketertarikan seksual jelas
merupakan bagian dari cinta.

Sebaliknya, ada karakteristik penting tentang pasangan yang saling
mencintai dalam pernikahan. Bagi mereka, kontak fisik yang terjadi
cenderung memiliki arti khusus yang bersamaan dengan menikmati
kesenangan bersama. Pasangan sering berkomunikasi melalui pandangan
mata, karena ini mengekspresikan perasaan mereka kepada satu sama
lain. Dalam kegilaan sesaat, kontak fisik secara langsung dan
berkelanjutan cenderung berfokus pada kontak fisik itu sendiri. Waktu
untuk bersama hanya dituntut untuk merasakan pengalaman yang
menyenangkan semata.

10. Ujian Kasih Sayang
Dalam cinta, kasih
sayang diekspresikan di belakang dalam sebuah hubungan, yang nantinya
melibatkan ekspresi eksternal dari ketertarikan fisik yang baru saja
kita bahas di atas. Dalam kegilaan sesaat, kasih sayang diekspresikan
di awal hubungan. Hal ini cenderung membuat pasangan bergerak maju ke
arah keintiman fisik yang lebih dalam terlalu cepat. Tanpa kontrol
dari aspek lain cinta yang sejati, kasih sayang akan memudar dengan
cepat. Mungkin ini memberi kesan bahwa hubungan anda dekat, namun
kedekatan itu hanya buatan dan rapuh. Saat kasih sayang bertumbuh
dari pengertian yang mendalam dan persahabatan yang emakin erat, itu
akan membuat makna dan nilainya semakin berarti.

11. Ujian Stabilitas
Kegilaan
sesaat dapat datang dengan tiba-tiba, berubah dalam sekejap dan tidak
dapat diprediksi. Cinta sejati cenderung stabil, ada komitmen di
dalamnya. Ujian stabilitas ini agak sulit dilakukan dalam waktu
harian atau mingguan. Lalu bagaimana menguji stabilitas? Masyarakat
menyarankan pengujiannya dengan tinggal bersama dan melihat bagaimana
nantinya. Untuk berbagai alasan, tinggal bersama tanpa komitmen
sebenarnya lebih mempromosikan ketidakstabilan daripada kestabilan.

12. Ujian Penundaan
Pasangan yang mengalami
cinta sejati memang merasa agak keberatan apabila ada penundaan
pernikahan, namun mereka dapat menerimanya, mereka tidak merasakan
tuntutan untuk cepat-cepat menikah. Pasangan yang mengalami kegilaan
sesaat cenderung buru-buru untuk menikah, secepat mungkin. Penundaan
bagi kegilaan sesaat tidak dapat ditoleransi. Mengapa? Mengapa
pasangan tidak dapat menunggu dan melakukannya pada saat yang tepat
dengan cara yang tepat? Mengapa pasangan tidak menghadapi dan
menyelesaikan terlebih dahulu isu-isu yang ada sehingga mereka dapat
memiliki pernikahan yang kokoh? Pertanyaan-pertanyaan itu menyatakan
perbedaan antara cinta dan kegilaan sesaat.

Saat anda memasuki hubungan serius yang potensial, tanyakanlah
pada diri anda apakah langkah anda berdasarkan pada rasa takut atau
iman. Apakah langkah anda dimotivasi oleh kegelisahan dan
ketertarikan fisik berlebihan atau langkah anda sebagai hasil dari
persiapan yang hati-hati dan cermat untuk menikah?

Jadi, apakah anda masih berpendapat bahwa cinta itu buta? Mungkin
selama ini kita hanya salah membedakan makna cinta itu sendiri.(fis)

09
Dec

Goyang

Goyang adalah tindakan yang umum dilakukan oleh setiap manusia. Setiap hari
manusia bergoyang2. Orang SMS mengoyang2kan jempolnya. Mengetik spt ini pun, tangan
bergoyang2. Benda2 mati lain juga bergoyang2 ketika diterpa angin. Pada zaman sekarang
ini rupanya tak hanya rumput saja yang bisa bergoyang, goyang sering
diidentikkan dengan dangdut. Dangdut pun serasa tak enak tanpa goyangan.

Akhir2 ini aku melihat goyang dangdut di Indonesia
tercinta ini banyak yg diberi nama aneh2. Dulu ada yang namanya goyang jaipongan. Ada
goyang Karawang yg dulu dilantunkan
oleh Lilis Karlina. Ada goyang triping pada waktu ekstasi masih
terkenal. Ada lagu goyang dombret yang dinyanyikan oleh Ika Bella.
Kemudian Inul Daratista memperkenalkan nama goyang yang lain, yg kalau dilihat sekilas
seperti tak ada hubungannya dengan bergoyang, yaitu goyang ngebor. Selanjutnya makin banyak saja seperti goyang ngecornya Uut
Permatasari, goyang gergaji dari Dewi
Persik. Entah mengapa bisa ada istilah2 tukang bangunan dipakai menjadi nama
goyangan.

Ada pula nama2 lain seperti Goyang Patah-Patah dari Anisa Bahar , Goyang Kungfu dari Dian Santana, Goyang Kayang dari Putri Vinata, Goyang Buldozer dari Leila Azis. Goyang Ngocok dari Wulan Alsela. Goyang Dada Getar dari Tita Ridzky, Trio Macan
yang melejit dgn penghargaan dr MTV Indonesia 2006 untuk kategori best dangdut
mempopulerkan goyang
dada
patah-patah
dan goyang macan. Saya
dengar juga ada yg namanya goyang kena
setrum
dari Yuma Sukaesih. Ada
pula Yessy Vibrator dengan goyang
getarannya.

Ada pula penyanyi dangdut baru yang goyangannya dinamai nama makanan,
yaitu goyang donat! Entah mengapa
pula bisa dinamai donat. Mungkin goyangnya mbulet seperti donat. Goyang ini dipopulerkan
oleh
Irma Dharmawangsa.

Sungguh orang Indonesia benar2 kreatif memakai nama dan gerakan yang aneh2 untuk
menarik perhatian. Mulai pake istilah tukang bangunan, nama bela diri, nama
alat berat, sampai istilah bikin kue seperti ngocok, nama hewan (macan). Entah
nama apa lagi yang akan muncul berikutnya. Bisa2 kelak muncul nama seperti
goyang macul, goyang ngelas, pake nama makanan ato hewan yg lain spt lumba2,
monyet dsb.

Tak heran dgn banyaknya goyangan yang ada di Indonesia ini, bbrp pihak menjadi khawatir dan menganggap hal tsb sebagai
pornoaksi dan harus dilarang. Memang perhatian pemirsa menjadi lebih ke gerakan
penyanyinya daripada ke suaranya. Padahal banyak pula penyanyi dangdut yang tak
bergoyang ttp terkenal seperti Ike Nurjanah dan Megi Z. Entah mau dibawa ke
mana dunia musik
Indonesia kelak bila isinya hanya mementingkan gerakan daripada suara
penyanyi.

09
Dec

Noah Mc Cullough

Kadang aku berpikir kalau anak kecil tidaklah sebodoh yang orang dewasa kira. Terutama pada bbrp anak yang jenius. Walaupun masih kecil, tp mereka bisa mempelajari hal2 yang baru diajarkan di sekolah tingkat atas atau universitas. Contohnya adalah mengenai kisah berikut ini:

Beberapa waktu lalu aku mendengar tentang bocah ajaib kelas 6 berusia 11 tahun bernama Noah McCullough. Dia muncul di acara The Tonight Show. Dia juga telah diwawancarai oleh banyak TV dan radio. Apa gerangan yang menyebabkan dia begitu terkenal? Berikut aku kutip dari websitenya http://www.noahmccullough.com/
During the 2004 Democratic National Convention, on a live television
broadcast with Jay Leno, he beat Howard Dean, Tim Russert, Larry King,
and Al Sharpton in presidential trivia challenges.

Dia bahkan pernah menginterview John Kerry, lawan George W. Bush di pemilu 2004. Tertulis juga, Noah is currently serving as a spokesperson for PROGRESS FOR AMERICA
speaking on behalf of social security reform. He has traveled to 10
states supporting President Bush in his efforts to reform the broken
outdated system and continues to write to his congressman urging them
that reform is very important now so that his generation will have
social security benefits.

Dan dia di bulan Februari 2006 telah menerbitkan buku pertamanya The Essential Book of Presidential Trivia. Berikut adalah komentar resminya:
In 250-plus pages (no small feat for any author, let alone a ten-year
old), McCullough gives an illustrated tour of all forty-two presidents.
With biographical sketches and nicknames, odd and hidden facts
(favorite pets, hobbies, superstitions, personal vices, etc.), and
trivia questions, The Essential Guide is a perfect book for readers
interested in brushing up on their knowledge of U.S. history. The book
culminates with "Noah’s Ultimate Political Trivia Quiz," with five
levels of Political Savvy (Governor, House of Representative’s Level,
Senator, Vice President and Hail to the Chief). Each level is a bit
harder than the last and this is sure to challenge even the most
distinguished presidential scholar…

Terlebih lagi dia menjanjikan bercita2 menjadi presiden US. Dia mengatakan, don’t forget to vote!  Especially in 2032 … for me!
Suatu hal yang membuat saya terkejut. Benar2 anak yang menakjubkan, msh kelas 6 SD sdh yakin akan maju dlm pilpres 26 tahun mendatang. Dan usaha2 utk ke arah itu telah dimulai dari … sekarang ini!

Saya melihat bahwa di US, semua org bebas untuk bercita2 menjadi pemimpin, byk org yang dulunya tak ada sangkut paut dgn dunia politik, lalu maju dalam pencalonan politik, entah menjadi gubernur ataupun presiden. Seperti Gub California skrg, Arnold Schwarzenegger yang dulunya atlet binaraga dan pemain film, selain itu mantan pemain film koboi yang kemudian jadi presiden, Ronald Reagan. Ada juga bintang film porno yang ikut mengajukan diri menjadi gubernur negara bagian. Selain itu mestinya ada byk lagi yang lain, tapi saya tidak ingat. Dan sekarang, saya baru tahu kalau bahkan seorang bocah yang bisa dibilang masih ingusan pun punya keinginan besar utk menjd presiden US.

Saya juga merasa bahwa setiap anak di US lebih didorong untuk menunjukkan dan menekuni bakat dan minatnya, tak harus ikut dalam pelajaran sekolah. Suatu hal yang masih kurang di Indonesia. Di mana semua org relatif mendapat pelajaran yang sama mulai SD sampai SMA. Dan byk org meski sdh lulus SMA, di dunia kerja masih tak bisa melakukan apa2. Maka tak heran SDM di US tinggi.

Saya berharap Noah McCullough dgn persiapannya yang jauh lebih dini dari presiden2 US terdahulu, bisa membuatnya menjadi pemimpin yang bijaksana dan bertanggung jawab kelak. Serta tidak bertindak sewenang2 ketika telah menjadi presiden. Semoga!

08
Dec

10 Ciri Sinetron Religius Versi Produser

Berikut adalah hasil forward-an dari milis. Entah siapa yang menulis. Saya hanya ngopi dari blog seseorang.

——————————————————————————

Pengantar :

Sering menyaksikan sinetron2 berlabel “religius”, entah itu bertajuk : Hidayah, Hikayah, Pintu Hidayah, Jalan Ilahi, Maha Kasih, de el el ? Dari segi judul sich kayaknya nich sinetron begitu “mendidik”, setidaknya bagi sebagian kalangan pemirsa yang merasa cocok dengan resep scenario seperti itu. Karena indikator rating menunjukkan bahwa sinetron model begitu digemari, maka tak heran tema2 seperti itulah yang dibongkar pasang oleh penulis scenario.

Kalau mau berkaca ke belakang, ada beberapa sinetron impor yang lebih bagus inti dan misi ceritanya, yakni : “Highway to Heaven”, “Touched by an angel”, dan “Quantum leap”. Ketiga film seri ini boleh dibilang lebih menekankan pada misi kemanusiaan ketimbang membawa-bawa atribut agama sebagai pembenaran bahwa sinetronnya itu layak ditonton. Berikut beberapa ciri sinetron local yang menurut kami malah “menyesatkan” dalam keadaan realitasnya.

# 1 : kekerasan fisik
Adegan tempeleng muka istri, ucapan kasar istri pada suami, preman main pukul pedagang, lempar piring plus alat-alat dapur lainnya, pokoke berantem abis.

# 2 : konflik keluarga
Mantu melawan mertua, kakak sirik dengan keadaan ekonomi adik, antar saudara rebutan istri orang, anak kena narkoba

# 3 : selingkuh
Nach… jangan lewatkan adegan ranjang yang sering ditampilkan. Atau acting abis baru mandi dimana sang tokoh antagonis hanya berbalut handuk dengan rambut masih terurai basah. Juga penampilan sang germo dengan dandanan seronoknya.

# 4 : rebutan harta
Meski ditampilkan sudah punya rumah lumayan mewah, eh masih aza sirik dengan harta orang lain. Udah punya satu mobil, pengennya tiga kayak tetangga sebelah. Sifat rakus dan tidak pernah puas dieksploitasi.

# 5 : balas dendam 
Biasanya karena sang tokoh antagonis pernah dilecehkan oleh teman-temannya, dijadikan alas an untuk membantai mereka yang pernah menyakiti hatinya

# 6 : ingin cepat kaya
Mulai dech cerita babi ngepet, minta petunjuk dukun, menggunakan susuk, dan sebagainya diumbar. Variasi tema lainnya : apalagi kalau bukan ingin cepat jadi selebritis. Dengan alasan bosan miskin, atau ingin dipuji orang lain

# 7 : ingin punya “ilmu”
Ilmu disini maksudnya bukan ilmu pengetahuan yang diajari guru di sekolah, tetapi ilmu kebal, ilmu santet, pokoke ngelmu supaya orang takut. Disinilah praktek klenik, gaib, dan mistik “ditularkan” kepada pemirsa awam.

# 8 : durhaka
Cerita Malinkundang ternyata berlanjut juga dalam sinetron beginian. Anak berani membentak bahkan menggampar ortunya seakan lazim untuk ditampilkan. Sosok guru kadang suka dilecehkan.

# 9 : kekuasaan 
Selain harta, kekuasaan memang memabukkan. Maka ditampilkanlah sosok camat, bupati, tapi minimal kepala desa yang lebih bejat menjajah warganya daripada kompeni. Nggak berani tuch kalo nampilin gubernur anu atau anggota DPR yang korupsi. Udah jahat, rakus, plus sombongnya pun nggak ketulungan.

# 10 : atribut agama
Peran dai, ulama, imam, maupun pemuka agama sering ditampilkan secara pasif. Porsi adegannya pun nggak jauh2 dari urusan pakai kopiah, sarung, kerudung, mukena, dan aksesoris khas Arab di saat sang tokoh antagonis dengan enaknya petantang petenteng. Tak lupa dialog “favorit” yang sering terlontar dari mulut mereka, kalau bukan “Astagafirullah”, pastinya “Inna ilahi na ina ilahi rojiun”.

Ada dua ending cerita yang bisa dijadikan bahan cerita. Pertama, sang tokoh baik dan jujur digambarkan akan mendadak mendapat berkah dari langit. Misalnya : tukang ojek jadi pengusaha dealer sepeda motor, pemulung bisa naik haji, tukang bubur punya restoran sendiri, dan sebagainya yang kebanyakan ilusi. Lha, iyalah disebut ilusi sebab cerita seperti itu hanya sekedar penghibur diri. Coba direnungkan, apakah setelah menonton tayangan bertema seperti itu, mendadak layanan pemda tanpa pungli aparatnya, buat surat perizinan tanpa harus diperas calo, anggota DPR tiba2 tidak mau jalan2 ke luar negeri, etc ?

Kedua, azab mengerikan bagi sang tokoh antagonis yang sepanjang 95% durasi sinetron digambarkan jahat nggak ada tobatnya. Entah itu ditabrak mobil, kaki lumpuh, kulit mengelupas, wajah seperti kena siram air keras, jatuh ke jurang, disambar petir, mayatnya dipenuhi belatung, dan masih banyak lagi adegan sadis lainnya. Sebegitu dangkalnyakah pemahaman para pengelola televisi tentang agama ? Mungkin perlu juga NU, Muhammadiyah, atau MUI membuat fatwa haram menonton tayangan tolol seperti itu ? Maaf, habis lebaran… baru bisa emosi lagi.

01
Dec

Mau Masuk Pertanian

Hanya mau bilang sekilas aja nih. Beberapa waktu lalu aku dengar ada anak JC (Junior College) di Singapore yang katanya mau ngelanjutin kuliahnya balik ke Indo. Alasannya karena di Singapore tak ada jurusan pertanian. Suatu hal yang sangat mengejutkan buatku. Rupanya di jaman seperti ini, ada orang kota yang pernah merasakan sekolah di luar negeri, tapi pingin kuliah jurusan pertanian. Eh, pertanian apa perkebunan ya? Ya pokoknya semacam itulah. Masuk IPB aja tuh. Setelah sekolah di luar negeri, ujung2nya juga balik lagi ke Indo. Kalo mau kerja jg kyknya gak bakal di Singapore lagi, di Sgp kan gak ada pertanian. Ada sih kayak perkebunan kecil2 gitu, kyk yang aku pernah lihat di daerah Lim Chu Kang. Ya udah deh, cuma mau nulis segini aja.