Rupanya
dalam kurun waktu yang sama
Terjadi pergerakan berlawanan arah
Satu naik, satu turun
Satu ke sana, satu ke sini
Kukira memang baiknya demikian
Supaya tak terjadi benturan
Kenapa justru di saat asa melenyap dan musnah,
Dan pintu telah terkunci,
Malah saling berhadapan?
Meski hanya dangkal dan sekejap saja
Agaknya hanyalah salam terakhir semata
Terlalu bodoh…
Menawarkan bantuan
Dan dimohon bantuannya
Menjaga dan mengajak untuk masuk ke dalam lingkaran dalam
Suatu hal yang terlihat mustahil
Tubuh serasa berat sekali melakukannya
Bagai mereguk sekantung penuh empedu
Kenapa malah begini?
Menjadi bumerangkah?
Mungkin aku terlalu berlebihan
Karena pernah pula terjadi hal yang serupa
Dan mungkin malah lebih buruk lagi
Seiring bergulirnya waktu
Hal serupa menjadi terasa lebih mudah untuk diterima
Dengan berlapang dada dan kebesaran jiwa
Diterimalah walau dengan berat hati…
Maafkan aku bila tak mampu
Memenuhi permohonanmu yang itu
Terlampau sulit
Sulit untuk berada di dalam lingkaran dalam terlalu lama
Ku berkelana dulu di luar
Menentramkan hati
Mencari keceriaan…
0 Responses to “Menerima”
Leave a Reply