Pertanyaanku terjawablah sudah
Ternyata hanyalah penundaan singkat semata
Tak sesuai dengan anjuran sekitar
Berbuat sesuai dengan kata hati
Harapan dan sangkaan yang menjadi kenyataan
Sesuatu yang sukar dipercaya
Datang dengan tiba-tiba
Tanpa peringatan
Seperti kilat yang menyambar
Menghunjam ke bumi
Dan terjadi lagi seperti dulu
Kejadian yang berulang
Meski sedikit berbeda
Kini ku punya waktu untuk mempersiapkannya
Bukanlah hal yang sungguh mengejutkan
Senyum takkan bisa terkembang
Bagaimana mentari bisa bersinar di hari yang mendung?
Lidah yang kelu dan bisu
Rupanya awan dan bulan tetap bercanda tawa
Tetap memandang satu sama lain
Dan akan tetap bercengkerama
Suatu hal yang tak terlihat dari bawah
Tak terlihat dari tempat kumeringkuk
Di balik bayang-bayang kelam
Sinar rembulan telah meredup
Dan kini ku tak ingin melihat ke atas lagi
Kue pertama telah lenyap
Yang selama ini rupanya hanyalah hadiah untuk tahun yang baru
Dan tiraipun menutup sudah
Dan aku ditinggal
Disalip dan ditinggalkan dalam sekejap mata
Ku tak bisa menolak kenyataan
Satu persatu berguguran
Dan akan lebih banyak lagi yang berjatuhan
Seiring dengan bergulirnya waktu
Tertinggal tanpa kemampuan yang pasti
Benarkah langkah yang telah kuambil?
Benarkah prinsip yang telah kupegang?
Telah benarkah aku dalam mempertahankannya?
Kuharap benar
Bila dugaan kembali menjadi kenyataan
Ku harap ku bisa melaluinya
Dengan bimbingan Tuhan
Dan dengan lapang dada dan hati yang tegar
Di manakah kau waktu?
Naikkanlah aku ke dalam perahumu!
Sertai aku dalam mengarungi hidup
Dan aral serta onak yang merintangi!