Archive for June 2nd, 2006

02
Jun

Current issue

Akhirnya masalah ttg kerukunan umat beragama di NTU berakhir sudah dgn diadakannya forum, atau mgkn lbh tepat telah dianggap berakhir. Masalah yg muncul saat org lagi stress2nya dgn exam. Ini mengingatkanku pada kejadian yg sering terjadi di Indonesia. Saya jg baru sadar kalo ternyata walo tidak sdg berada di tanah air, tp gaungnya jg terasa sampai di sini. Kejadian2 seperti kerusuhan2 di tanah air, usaha2 penutupan gereja sampai ada SKB dua menteri atau yg ktnya diganti jd peraturan 2 menteri, trs sempat pula kudengar akan diadakan forum antar umat beragama. Aku krg mengikuti perkembangannya sih, tapi aku tak menyangka kalo anak Indo di NTU sini jg kena imbasnya.

Bbrp waktu lalu aku membaca blog punyanya Suhu, dia menganalogikan masalah ini dgn "Balada Penjual Lumpia dan Bakpia". Isinya memang cocok sih, dan bisa lebih menyegarkan, jd ada variasi. Mengenai kejadian pemicunya secara detil, lebih baik tak usah kuceritakan deh. Lagipula itu topik sdh basi. Yang jelas forum yg sedianya direncanakan akan diadakan segera setelah exam, yaitu tgl 8 Mei, ternyata diundur jadi 22 Mei, dan itu pun diundur lagi hingga tgl 27 Mei. Akhir bulan baru kelar. Dalam forum itu sedianya tiap agama diwakili oleh 3 org. Dan mereka berdialog dan membuat suatu kesepakatan, meski tidak sampai hitam di atas putih sih. Awalnya banyak org yg kuatir. Wah, ini bakal rame nih, sampai2 pihak PINTU memutuskan dialog ini bersifat tertutup. Tak boleh ada penonton. Masing2 pihak pun sibuk mengonsolidasikan segenap kekuatan. Terutama 2 pihak yg bermasalah. Utk pihak Hindu sih cm ada 2 org perwakilannya. Untuk Buddha malah cm satu, itupun maincomm PINTU. Anak graduate pun turun tangan, ada jg yg melibatkan alumni, minta pendapat sana sini, hingga Pak Benyamin jg tahu dan ikut memberi masukan. Terkesan semua menganggapnya sebagai hal yg serius. Bahkan ada yg menyaranin untuk berdoa dan berpuasa demi kelancaran forum. Masing2 kubu pada mengelus jagonya masing2, jago2 mereka diberi ‘makan’ dan ‘minum’ yg cukup, serta diasah taji2 mereka spy jadi ‘kuat’ dan bisa ‘bertarung’, menghadapi segala kemungkinan. Moderatornya pun sampai merasa tidak cukup perbekalannya, merasa belum menguasai medan, shg perlu diundur. Alhasil, forum pun baru diadakan 5 hari kemudian. Dan hasilnya…. ternyata ketika forum tak ada gejolak, semuanya jg damai2 saja. Tak ada otot2an, tak ada gontok2an. Memang semua org terlalu berpikiran macam2. Anak2 di NTU adalah mmg anak yg intelek, yg tidak grusa-grusu dalam mengambil tindakan, terutama tindakan anarkis. Apalagi yg terpilih adalah org yg terpandang di klpnya msg2 dan yg dianggap bijaksana. Mestinya mrk jg bakal sadar sendiri. Karena jika tidak, nama baik klp mrk bakal tercoreng.
Dan dengar2 sih hasil akhirnya tiap pihak harus bertoleransi, mencoba mengerti pihak lain, sdgkn yg tdk suka, lewat japri saja, jgn dilempar ke publik. Mengenai isi lengkapnya aku belum mendengar kabarnya. Mgkn PINTU blm sempat jg ngurusinnya mengingat tepat bbrp jam sebelum forum dilaksanakan, di hr yg sama, Jogjakarta digoyang gempa. Yah, ada aja masalah yg dtg menggantikan masalah yg lama. Dan org2 pun sdh mulai lupa dgn forum.

Ini tadi aku menghadiri doa bersama utk korban di Jogja. PINTU telah bekerja sama dgn redcross utk menggalang dana, meminta sumbangan di hall-hall dari pintu ke pintu. Yg aku baru tahu adalah ternyata episentrum dr gempa tersebut berada di darat, bkn di laut! Pantas kok bisa terjadi kerusakan separah itu. Sebelumnya kupikir episentrum berada bbrp kilo di laut. Dikatakan di Bantul semuanya sampai rata dgn tanah. Belum lagi dgn gempa susulan, dikatakan sdh terjadi 800 gempa susulan. Rumah yg sebelumnya belum roboh, kalo kena berulang2 kali lama2 akan roboh juga.
Trus setelah Jogja, ganti di tmpt lain yg kena. Di Papua terjadi 2 kali di tmpt yg berbeda dgn kekuatan yg hampir sama dgn di Jogja, tp tak terdengar kabarnya. Sementara itu di Sumbar jg ada gempa, meski lebih kecil. Belum lagi diberitakan korban flu burung meningkat. Satu org mati tiap 2.5 hari krn flu burung, kalo gak salah kapan lalu kulihat beritanya begitu.

Yah2, masalah mmg datang silih berganti. Dalam hati aku merasa, dalam setengah tahun mendatang akan ada bencana yg lebih dahsyat lagi yg menimpa. Apakah itu bencana atau perang atau kerusuhan atau percekcokan, aku tak tahu. Begitu pula akankah hal itu terjadi di Indonesia ataukah di negara lain aku jg tak tahu. Yah, tunggu saja nanti, kurasa hal2 semcm itu akan dtg dlm bln-bln yg tersisa dr thn 2006. Lihat saja….