Archive for May, 2006

31
May

AU

Di NTU ini ada istilah AU (Academic Units) yg kalo di Indo sama dgn SKS. Waktu masuk awal2 dulu aku mendengar ada org yg ambil 26 AU. Kata org2 sih, itu sdh termasuk banyak. Sempat kudengar kabar ada org yg mau ambil 32 AU tapi tak jadi, didrop jadi 26 AU. Waktu itu aku belum tahu itu bakal sesibuk apa. Terus ketika semester dua ini aku ambil 23 AU. Aku merasa waktu sdh penuh apalagi dgn adanya subcomm2 aku jadi sibuk pada minggu2 tertentu. Jadi mikir2 kalo mau ambil minor, soalny bakalan jadi tambah berat nanti. Tapi aku dengar2 ada yg mau ambil 2 minor, spt Ronn dan Wahyu. Wah itu aku gak tau kok bisa ambil 2 minor begitu. Kemudian ketika aku tahu ada anak yg ambil 31 AU! Si Ronald itu mau ambil 2 minor, tp jg ambil LG 80 sama LF80. Dia skrg sdh 26 AU utk GE-nya, dan masih kurang 12 AU lagi. Kupikir dia sudah kapok dgn 31 AU-nya sem ini. Tapi ternyata sem depan
jg mau ambil lebih dari 30 AU lagi. 31 atau 34 AU katanya.

Gitu dia bilang ternyata ada org yang ambil  lebih banyak dari dia! Sigit pernah ambil 35 AU! Yg 12 AU buat minor Enterpreneurship yg mana harus diambil sekaligus. Wah2 aku bayangkan, kok kuat ya jadwal penuh kayak gitu. Si Bernard jg begitu, rencana sem depan mau ambil 30 AU. Padahal EEE 3rd year byk lab-nya gt. Dia sampai bilang, wah, bisa2 gak makan siang nih.

Lalu barusan aku tahu kalo Yandi tahun lalu ambil 36 AU! Ternyata ada yg lebih banyak lagi. Meski dr 36 itu 12 adalah buat minor entrepreneurship. Dan dia ternyata rencana mau ambil 3 minor! Kukira minor maksimum 2, ternyata ada yg mau ambil 3! Wah2, aku mau ambil satu saja mikir2 kok. Kok ada yg dgn entengnya mau ambil 3 Minor. Wah aku gak bakalan ngikuti jejak mereka, aku kayaknya gak akan lebih dari 25 AU. Tahun kedua dan ketiga pasti lebih sulit dari tahun pertama, maka aku harus belajar sungguh2. Mungkin mmg lebih baik bila sedikit saja tapi menguasai drpd banyak tp nilainya hancur nanti. Mengingat aku bukanlah org yg jenius, yg belajar sebentar saja sdh bisa.

31
May

Usia belasan

Tak terasa lima bulan lagi usia belasan sudah berakhir. Dan aku akan menginjak usia kepala dua. Sebenarnya apa sih yang kudapat selama 10 tahun terakhir ini? Apakah dalam usia belasan aku telah melakukan hal2 yang positif, ataukah aku telah sering menyia2kan waktu?

Memang sepertinya aku selama usia belasan ini tak pernah mengalami suatu hal yg benar2 spektakuler dan juga melakukan hal2 yg sering dilakukan remaja2 lain atau yg dianggap hal yg ‘normal’ dan ‘wajib’ dilakukan oleh para remaja.

Ada yang bilang masa remaja adalah masa yang indah. Seperti dlm lirik lagu dr Chrisye:
    Tiada masa paling indah
    Masa-masa di sekolah
    Tiada kisah paling indah
    Kisah kasih di sekolah

Ada juga lagu dari Melly Goeslaw:
    Ingin ku lukis semua hidup ini
    Dengan cinta dan cita yg terindah
    Masa muda yg tak pernah kan mendung
    Ku Bahagia
Reff:
    Dalam hidup ini
    Arungi semua cerita indahku
    Saat2 remaja yg terindah tak bisa terulang

Kalau kulihat dari film2 dan sinetron2, sering digambarkan dalam masa remaja adalah masa hura2 di mana kegiatannya seringlah hanya jalan2, mejeng di mall, bergosip dan pacaran. Gebetan dan pacaran seakan sudah menjadi identik dgn remaja, atau yg sering pula disebut ABG.

Aku sebenarnya juga mau tak mau juga terpengaruh pendapat seperti itu. Tapi dalam hati aku terkadang bertanya2, baikkah hal semacam itu? Dan batas2 yang bagaimana yg seharusnya diperbolehkan? Memang di sekolah guru telah sering memberi nasihat, kalo kita harus begini begitu, tak boleh ini itu. Hampir semua sekolah melarang siswanya untuk gondrong buat yg laki2 dan melarang rok di bawah lutut. Beberapa sekolah melarang siswanya membawa HP, bahkan ada yg memasang alat untuk mengacaukan sinyal, shg sekolah bebas dari sinyal HP!

Mengenai HP, kalo dipikir2 itu merupakan penemuan baru yang turut mengubah gaya hidup seseorang. Dulu tak pernah ada suatu alat yang mana kita bisa menghubungi seseorang kapan saja dan di mana saja, krn benar2 milik pribadi, suatu benda yang dibawa ke mana2. Apalagi dgn adanya SMS yg lebih murah bila dibandingkan dgn menelpon langsung.

Mengenai pacaran, memang terkesan bahwa pacaran itu ajang mencari jodoh, kalo cocok ya diterusin, kalo tidak ya putus saja. Banyak sekali film2 yang menceritakan ttg lika-liku cinta remaja. Teman2ku juga satu-persatu mulai pacaran, atau yang disebut juga dgn ‘jadian‘. Suatu kata baru, yg sebelumnya biasanya dipakai spt: (kl dlm kal) ada kejadian, harimau jadi-jadian, seingatku dlm pel bahasa Ind. ada pula yg disebut kata jadian. Dalam proses sebelum jadian ada istilah ‘pdkt‘ (pendekatan) yg mana terkadang mengingatkanku pada ‘limit’. =p
Ada pula istilah ‘menembak‘. Biasanya sebelumnya kata ‘menembak’ itu dipakai spt polisi menembak mati, Kapal selam menembakkan torpedo, ada pula barang2 tembakan, yg mana berarti brg palsu. Trs baru2 ini aku jg dengar ada org yg bilang, "Ah kan pilihan ganda, tembak saja!" Rupanya tembak mempunyai byk arti.
Proses jadian itu perlu ditembak dulu, apakah bidikannya kena atau meleset. Kok kesannya spt org berburu saja! Memang buaya2 di darat suka berburu :p

Bagi saya pribadi merasa agak janggal dan merasa ini tak sepenuhnya benar, mestinya dlm menjalani hubungan kan merupakan proses dari kedua belah pihak, bukan satu pihak saja yg mengintai, berburu, lalu menembaknya dan berhasil mendapatkannya, persis spt kinerja dr pemburu. Cuma dlm mayoritas budaya yg ada di dunia, pihak yg lakilah yang seharusnya menjadi inisiatif, mengingat sebag besar dunia menganut sistem patriarkal. Menurutku itu hanyalah masalah budaya saja, bukanlah naluri alamiah dr manusia.

Biasanya setelah seseorang jadian, temannya byk yg mengucapkan selamat, lalu berkata "turut berbahagia" sambil tertawa. Tak lupa pula mengatakan, "Kutunggu traktirannya ya!"

Bagi saya, pada awal mendengar hal tersebut merasa agak janggal, mestinya kalo memang sdh pacaran kan mmg urusan dr kedua belah pihak, mengapa perlu menyertakan org lain, trs biasanya org yg mengajak makan2 itu kan org yg sudah tunangan atau pernikahan. Kenapa pula msh baru sekedar pacaran sdh mengajak makan2? Padahal seringnya mereka pacaran tidak bertahan lama, paling lama setaun-dua tahun lalu putus.
Sepertinya berpacaran memang menawarkan sesuatu yg baru, bisa bermesraan berdua, merasa senang ada org yg selalu memperhatikan, dan bisa membuat seseorg melupakan beban hidup. Jadinya byk org yg berkata, "Wah, aku jadi iri melihat kalian!" Apalagi kalo ada yg berciuman di tempat umum.

Sedangkan saya sendiri selama ini belum pernah pacaran, juga belum pernah meminta seseorang menjadi pacarku atau sebaliknya, diminta seseorang untuk menjadi pacarnya. Mungkin memang belum waktunya Tuhan mengijinkan. Atau mungkin aku selama ini mmg tak pernah bener2 deket dengan cewek ya? Paling2 cuma jadi temen  ngobrol, tak pernah sampai jalan2 berdua sama cewek. Ya kalo cuma jln bareng jarak dekat gt ya pernah sih, maksudku dari awal sdh berencana utk berjalan2 berdua ke suatu tempat, dan menghabiskan waktu di sana. Yang seperti itu aku tak pernah. Seingatku aku jg tak pernah masuk masuk ke kamar cewek sendirian, paling banter cuma melongok di ambang pintu. Tak sampai masuk ke dalam. Yg pernah kalo dtg barengan dgn temen, atau yg di dlm bukan hanya ada satu cewek, tp ada jg org lain di dlm. Apalagi utk hal2 yg lain spt ciuman, nulis surat2an cinta, dsb jg tak pernah.

Dulu aku pernah diketawai seseorang, "Umur brp sih? 18 thn? Umur 18 belum pernah cium sama cewek? Kamu ini apa kutu buku ya? Wah2, cewek itu gampang…" Begitu katanya. Yah, mgkn aku mmg kurang berusaha, terlalu pasif, atau kadang aku merasa bahwa aku masih banyak yg harus diperbaiki terlebih dahulu. Jadi merasa belum siap untuk pacaran. Pacaran kan butuh komitmen. Tak hanya sekedar feeling saja. Feeling saja bisa hilang, untuk mempertahankannya perlu komitmen akan suatu tujuan di depan, yaitu menuju ke pernikahan. Begitu yg kudapat dari workshop dan dari buku2 ttg relationship. Kalau mengenai pernikahan bagiku itu masih suatu hal yg jauh sekali, paling cepat 10 tahun lagi kelihatannya. Papaku malah baru menikah pada usia 39 tahun.

Sekarang aku mendengar beberapa dari temanku yg pacaran. Satu-persatu mulai hanyut terbawa arus. Meninggalkan mereka yg masih jomblo di tepian. Ada pula yg di tempatnya yg baru menemukan pujaan hati yg baru, tp belum sampai jadian. Sementara di lain pihak, ada pula yg pada berguguran, pada putus. Aku hanya bisa menyaksikan mereka semua.

Yah, sebenarnya ada hal yang patut disyukuri kalo aku tak pernah pacaran. Mungkin Tuhan tahu batas kemampuanku sampai di mana, maka dia selalu kemudian menutup jalan supaya aku tak mencapai ke arah sana. Aku jadi tak pernah merasakan seperti apa sih rasanya pacaran, yaitu ketika ada seseorg yg mencintaiku, tapi dgn begitu aku jg jd tak pernah merasakan pahitnya putus setelah sekian lama pacaran, yg mana kalo hal itu terjadi, aku mgkn bisa depressed. Dan lagi dgn demikian, suatu saat bila aku telah menemukan jodohku, aku bisa memberikan semua yg pertama dariku kepadanya. Tulisan surat cinta yg pertama, berduaan dgn cewek utk pertama, pacaran serta ciuman untuk pertama kalinya, dan pertama kalinya aku sungguh2 dgn perempuan. Dan akan sangat bagus bila itu juga sekaligus merupakan yg terakhir. Aku bisa mendedikasikan hatiku utk pertama kalinya kpdnya. Makin sedikit saja temanku yg msh diberi kesempatan demikian, bersyukur bila masih diberi kesempatan.

Aku tahu semua hal pasti ada tantangannya. Ke depan pasti ada saja cobaan yang menghadang. Yah, semoga aku bisa menghadapinya dgn tabah, ketika suatu saat semua org sdh pada berpasang2an sementara aku belum ada dan belum pernah sama sekali. Aku tahu suatu saat nanti akan ada org2 yg menganjurkanku untuk segera cari pasangan. Bahkan anjuran itu bisa datang dari org yg tak kuharapkan akan menganjurkan hal itu, spt misalnya dr keluarga. Memang skrg sih, dr keluargaku bilang kalau tak usah terburu2 cari pacar dulu. Tapi suatu saat pandangan seseorg bisa berubah. Dunia kan penuh dgn perubahan. Satu-satunya yg tak berubah dalam hidup ini adalah perubahan itu sendiri.

NB: Sori post-nya kepanjangan… Aku nulisnya sekalian saja soalnya…

27
May

Merenung

Dulu aku sering bertanya pada Tuhan
dan terkadang mengeluh.
Sekarang aku telah mendapat
beberapa jawaban  dari pertanyaanku
Beberapa keinginanku juga terkabulkan
Tapi, terkadang aku kecewa,
jawabannya tak sesuai dgn yg kuduga.
Terkadang ku merasa tak usah dijawab saja.
Karena terkadang setelah kutahu jawabnya,
ku jadi bingung,

kadang jadi sedih.

Aku juga menanyakan,
sebenarnya tepatkah tindakan yang telah kulakukan selama ini?
Karena setiap keputusan yang diambil mengandung konsekuensi sendiri2
Semuanya ada sisi baik dan sisi buruk
Tinggal kita memilih langkah yang tepat.
Tapi benarkah langkah yg kupilih benar2 tepat?
Karena ketika aku mencoba mempertahankan prinsip yang kupegang,
ternyata ada cobaan yang menghadang,
yang mencoba menggoyahkan keyakinanku.
Terkadang memang pahit
Tapi memang itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah prinsip.
Aku tak bisa marah karenanya.
Karena memang seharusnya demikian.

Tapi sebenarnya aku patut bersyukur
Tak pernah terperosok lebih dalam.
Pintu kesempatan menutup begitu saja
Tanpa sempat kumasuki lebih lanjut.
Mungkin memang itu yang terbaik bagiku
Yang diberikan Tuhan padaku.
Semua pasti ada saatnya
Janganlah ku terburu-buru.

27
May

Makna Cinta

Adalah suatu rasa
Yang suatu ketika
Akan datang mengetuk pintu hati
Berdiri melambaikan tangan di ambang pintu
Dia datang menyapa
dan menggoda
Seakan berkata,
kemarilah, dan turutlah merasakannya!

Suatu rasa yang membuat senyum mengembang lebar
Wajah merona
Dan sulit untuk menghentikannya
Suatu hal yang membuat pikiran melayang
Melayang bagai layang-layang
Tak lagi mau mempedulikan hal yang lain

Seperti hantu,
Yang membayang ke manapun kau pergi
Selalu menaungi pikiran batin
Di kala sadar maupun tak sadar
Serta selalu menjadi yang nomor satu
Dalam segala tindakan
Selalu teringat
Sulit dilupakan
Membutakan mata hati

Dunia menjadi terasa lebih berwarna
Terasa ceria
Seperti melodi yang indah
Nada-nada yang bisa diendus harumnya,
dicecap kehadirannya,
dilihat kesegarannya,
Menambah vitalitas hidup
Menambah energi
Serta sanggup mempercepat kesembuhan luka dan sakit

Tapi sayangnya,
seringlah bagai candu
Yang membuat ketagihan
Jika telah pernah merasakannya
Karena ketika sudah terjebak,
sulit untuk keluar darinya,
dan merasa tak rela melepasnya pergi
Ingin mencari rasa itu kembali
ketika kehilangannya
Kehilangan yang terasa pahit,
dan terasa pilu,
di salah satu sudut hati
Membuat pandangan menjadi gelap
Seperti lampu jalan yang tiba2 padam
Membuat lorong2 terasa gelap dan berliku
Tak tahu akan melangkah ke mana

Akan lebih baik,
Untuk menjaga diri,
Agar jangan sampai ketagihan
Karena bisa membahayakan
Lebih baik berbijak hati
Menimang yang baik dan yang buruk
Minta hikmat dari Tuhan
Supaya tak terjebak di dalamnya

Memang ini adalah suatu hal
yang bisa membuat hati senang sekaligus sedih
secara bersamaan maupun bergantian
Suatu misteri besar hidup
Yang tak akan habis walau selalu dikupas
Dia ada bersama hidup itu sendiri
Dan hidup pun terasa sepi tanpanya
Hidup tak akan bisa lepas darinya

24
May

RUU APP

Akhir2
ini sering terdengar kontroversi mengenai pengesahan RUU APP. Dan
seperti bbrp RUU yg sebelumnya, ada yg mendukung, ada pula yg
menentang. Mereka sama berdemonstrasi menarik dukungan publik.
Seingatku bbrp RUU yg dulu juga kontroversial adalah RUU Sisdiknas,
SKB dua menteri mengenai pembangunan tempat ibadah yg dengar2 namanya
diganti menjadi peraturan 2 menteri, meski menurutku isinya sama
saja. Bagi yang belum tahu 2 menteri di sini adalah mendagri dan
menteri agama.

RUU
APP adlh kependekan dari Rancangan Undang-Undang Antipornoaksi dan
Pornografi. Untuk kata pornografi mmg sering terdengar, tapi utk kata
pornoaksi di sini saya pribadi tak pernah mendengar sebelumnya, dan
mmg katanya itu bukanlah serapan dari bahasa asing, tapi mmg bikinan
org Indonesia yg menggabung2kan sendiri.

Menarik
untuk disimak mengenai akibat yg ditimbulkan dari RUU ini. Bbrp waktu
lalu saya dengar ada 4 provinsi yg menolak pengesahan RUU tsb, bahkan
ada yg mengancam keluar dari RI. Lalu ada yg tak sabar menanti
pengesahan RUU tsb, lalu ramai2 merazia sendiri buku2 porno, bahkan
merusak kantor majalah playboy.

Walah2,
ternyata sebegitu besarnya dampak yg ditimbulkan. Yang saya sungguh
heran, kenapa harus playboy, dan kenapa baru sekarang? Padahal kalo
mau konsisten, seharusnya dari dulu sudah banyak majalah-majalah
‘kuning’, bahkan aku pernah melihat di perempatan jalan ada yg
menjual tabloid yg dr gbr luarnya saja gbr wanita setengah telanjang.
Beda dgn majalah playboy yg tampilan luarnya tak byk berbeda dgn
majalah2 lain yg telah lebih dahulu beredar.

Mengenai
RUU APP, timbul pertanyaan dariku, apakah mengenai APP ini sedemikian
pentingnyakah sehingga harus ditanggapi sampai sedemikian besarnya?
Sebenarnya ada banyak RUU-RUU lain yg sedang dipertimbangkan oleh DPR
seperti RUU Rahasia Negara yg dikhawatirkan bbrp pihak dapat
menyembunyikan korupsi dan penegakan HAM, RUU KMIP (Rancangan
Undang-Undang Kebebasan Memperoleh Informasi Publik), dulu ada pula
RUU KUB (Kebebasan Umat Beragama). Berhubung saya kurang mengikuti
perkembangan berita, maka saya jg krg tahu bagaimana kelanjutan dr
RUU2 tersebut.

Sekarang
coba kita tengok seperti apa sih isi dari RUU APP itu:
Setelah
mencoba mencari2 lwt internet, akhirnya kutemukan di
http://filexoom.com/files/565/RUU_APP.pdf
Berisi 93 pasal. Intinya
sih tidak boleh menunjukkan bag tubuh yg sensual, pertunjukan seks,
menyebarkan melalui media, dijelaskan pula melakukan hub seks dgn
lawan jenis, sejenis, dgn org yg sdh mati, bahkan dgn hewan, selain
itu juga berciuman bibir!

Dikatakan bahwa setiap orang yang
berciuman bibir atau menyuruh orang lain berciuman bibir di muka umum
dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama
5 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp. 100.000.000 dan
paling banyak Rp. 500.000.000.

Wow ternyata mahal sekali nilai dari sebuah ciuman
bibir! Isinya sebenarnya sdh cukup spesifik, tapi kalo dilihat2
lagi, kenapa harus ciuman bibir yg dipermasalahkan? Bagaimana
dgn ciuman di telinga, leher, dsb?

Bagian tubuh yg
sensual di sini dikatakan alat kelamin, paha, pinggul, pantat, pusar,
dan payudara perempuan, baik terlihat sebagian maupun seluruhnya.
Yang aku agak heran ialah ternyata pusar dianggap sensual, menurutku
mestinya terlihat perutnya, bkn pusarnya saja. Kl cm pusar bisa
saja nanti pusarnya saja yg ditutupi, tp perut dan punggungnya
terlihat. Punggung boleh terlihat kan?

Ada
pula setiap org yg menonton pertunjukan seks dipenjara paling singkat
18 bulan dan paling lama 7 thn dan/atau pidana denda paling sedikit
Rp 150 juta dan plg banyak Rp 750 juta.

Yah, kalo peraturan macam
begini benar2 dilaksanakan, takkan bisa lagi melihat org berciuman di
TV spt film Buruan Cium Gue bbrp wkt lalu. Tak boleh pula menyuruh
org berciuman, seperti yg biasanya yg sering diserukan teman2, "Cium!
Cium!" yg sebenarnya bertujuan utk menggoda tmnnya. Tak diperbolehkan
jua menonton film porno dan majalah2 pun tak ada lagi gbr org yg
terlihat pusar, paha, dan pinggulnya.

Tapi
dgn kemudahan org mengakses internet, tentu tak sulit utk setiap org
mendapatkan pornografi. Dalam pasal 28 F UUD tertulis: ”Setiap
orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk
mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk
mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan
informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia
”.

Menurut
saya pribadi seharusnya dlm RUU KMIP, RUU Informasi dan Transaksi
Elektronik, UU penyiaran, serta UU kesusilaan sdh bisa digunakan
untuk membatasi penggunaan internet yg kelewat batas dan kesopanan
org di tmpt umum. Mengenai tidak boleh terlihatnya paha, pelarangan
berciuman bibir, benar2 sudah berlebihan tuh! Atau lebih baik bila
membenahi dulu sektor pendidikan sehingga org Indonesia pikirannya
tidak porno melulu, tp bisa memikirkan hal lain yg lebih berguna demi
kemajuan bangsa. Tingkatkan kedisiplinan! Dulu pernah ada Gerakan
Disiplin Nasional, tp skrg sdh tak terdengar lagi kbrnya. Dgn
disiplin yg tinggi, tentu tak ada org yg bermalas2an dan kerjaannya
cm cari bokep melulu. Selain itu msh banyak hal lain yg belum diurusi
semacam UU ketenagakerjaan,UU anti korupsi, pendidikan yg ktnya mau
ganti kurikulum lagi, berantas penyelundupan biar Indonesia gak
merugi terus tiap tahun, UU lingkungan hidup mengingat tiap tahun ada
aja hutan yg terbakar, dan yg tak terbakar pun pada dijarah habis,
lama2 habis kekayaan Indonesia! Minyak bumi saja impor! Konsumsi BBM
sdh lebih besar dari produksi BBM. Krisis listrik jg sdh merambah
Jawa-Bali, setelah sebelumnya sdh umum di luar Jawa-Bali. Kalolistrik
aja dibatasi, bgmn bisa investasi asing jalan coba! Wah, kok lama2
sudah out of topic nih. Yah pokoknya intinya RUU APP
seharusnya tak perlu disikapi terlalu serius, msh byk hal lain yg
lebih serius dan lebih urgent utk dibicarakan dan diselesaikan.

 

24
May

Kemenangan Hard Rock Pertama Kalinya di Eropa

Beberapa hari lalu diadakan Eurovision Song Contest 2006 di Athena, Yunani. Tepatnya di Olympic Indoor Hall pada tanggal 18 mei untuk semi final dan 20 Mei untuk finalnya. Bagi kalian yang belum tahu event apakah itu, berikut kukutip definisinya dari Wikipedia,

Running since 1956, the Eurovision Song Contest
is an annual televised song contest with participants from numerous
countries whose national television broadcasters are members of the European Broadcasting Union (EBU). The Contest is broadcast on television and radio throughout Europe, in selected countries around the world, and on the internet.

Jadi itu adalah semacam kontes musik di antara negara2 Eropa, ya dpt dikata seperti Indonesian Idol, American Idol, Idol2 lainnya dan derivativ2nya yg makin banyak macamnya. Tapi ini sdh muncul sejak tahun 1956, jadi tahun ini adalah penyelenggaraan ke 51. Beberapa pemenangnya telah menjadi mashyur sejak menang di Eurovision Song Contest seperti grup musik ABBA thn 1974 mewakili Swedia dan Celine Dion menang thn 1988 mewakili Swiss.

 

And the winner is…. Lordi ! Sebuah grup musik asal Finlandia dgn lagu andalannya Hard Rock Hallelujah. Pertama kalinya grup hard rock heavy metal memenangkan kontes Eropa. Sangat tidak biasa. Dia juga merupakan pemusik asal Finlandia pertama yang memenangkan Eurovision Song Contest.


Yang unik dari grup ini adalah penampilannya yang berdandan seperti monster, dan bahkan menolak untuk menyebutkan jati diri aslinya. Hanya vokalisnya, Mr. Lordi yg mau menyebutkan nama aslinya yaitu Tomi Putaansuu. Yang unik lagi adalah mereka tak mau menunjukkan wajah aslinya, jadi selama menginap di hotel dan ketika berenang pun mereka tetap memakai kostum monster mereka.   

 

Lordi06.jpg

Mr.jpg

Suatu hal yang menarik ketika pemenang kontes musik bukanlah orang yang tampan atau cantik, bahkan berwajah buruk rupa dan anonim, tak tahu nama aslinya. Sebuah tabloid Jerman Bild-Zeitung menulis di headline-nya "He is the Grand Prix Monster: All of Germany discusses the Ugliest Winners of all Time".

Pertanda apakah ini? Apakah orang mulai tak tertarik lagi pada ciri2 fisik? Tak pedulikah mereka dgn penampilan luar? Apakah mereka mulai bergeser pada kualitas musik yang dinyanyikan? Ataukah kegemaran masyarakat sekarang bergeser tidak lagi suka lagu slow2 nan cengeng, lagu ballad, lagu2 macam The Everly Brothers, Westlife, dsb?
Akankah mereka sukses seperti band KISS yang mana juga suka memakai kostum2 aneh? Menarik untuk kita lihat bagaimana kiprah mereka ke depan.

KISS.jpg
KISS

Berikut adalah komentar dari Lordi sendiri ttg mereka:
Mr. Lordi is the monster of monsters. He leads a group of five monsters
from different ages and different dimensions. We have an alien, we have
an Egyptian mummy. On the musical side, we are a rock band, a heavy
rock band, playing melodic 80s hard rock.

Dan dia juga menyatakan bahwa  "the scarier a movie, the more fun it is."
Selain itu dia jg menyatakan tak akan melepaskan topengnya meskipun manggung di depan anak kecil.

Benar2 org yang nyeleneh, apa memang dunia ini akan menjadi penuh dengan org yang suka dgn hal yang aneh2, terbukti dari banyaknya org yang suka dgn hal2 semacam ini. Saya rasa apabila grup semacam ini masuk ke Indonesia, maka pastilah banyak org yang memprotesnya. Majalah Playboy terbit diprotes, org pakai baju terbuka sedikit jg diprotes. Yah, biasa di Indonesia itu banyak yg suka mengkritik hal2 yang kurang perlu, padahal byk hal lain yg lbh penting.

23
May

Cinta

Mungkin kalian heran, wah kenapa Hadi sekarang jadi mikirnya kok
beginian. Ada apa gerangan? Lagi kasmarankah? haha..:) Bukan, bkn karena itu. Sebenarnya tujuan penulisan blog ini kan berlatih menulis dan berlatih menuangkan ide2 ke dalam tulisan. Cinta adalah hal yg umum dan sebenarnya sudah sejak dari dulu menggelitik pikiranku
apa sih sebenarnya cinta itu. Berlatih menulis tentunya dari yg umum2 dulu, setelah itu baru yg complicated.

 

Well, let’s start. Cinta.. banyak org yg mengucapkannya. Kalo kita lihat di dunia ini di banyak cerita2, film2, lagu2 kebanyakan membicarakan ttg cinta. Jarang aku menemui film yang tak ada unsur cinta di dalamnya. Aku jadi bertanya2 memang sebegitu hebatnyakah pengaruhnya dalam hidup manusia? 

Memang ada bermacam2 cinta, seperti cinta buta, cinta monyet, cinta harta, cinta tanah air, cinta bangsa dan negara, cinta kasih, dsb. Ada org yg berusaha mencari2 cinta sejati. Ada yg bilang kalau cinta sejati itu seperti hantu, semua org membicarakannya tapi hanya bbrp org yg pernah melihatnya. Tapi bisakah omongan seperti itu dipercaya?

Dalam bahasa Yunani ada 4 macam kata untuk cinta, yaitu: Agape, spt cinta yg murni, spt cinta Tuhan kpd manusia. Eros, cinta romantik, karena hasrat manusia, dari sanalah didapat kata erotik. Philia, lebih ke arah cinta kasih antar teman, saudara, atau komunitasnya. Lalu yg terakhir Storge, cinta dari orang tua ke anaknya.

Memang cinta yg terbesar tentulah cinta dari Tuhan kepada manusia
ciptaannya. Jadi sebenarnya semua org disadari maupun tidak sebenarnya
telah diberi cinta oleh sang pencipta. Tinggal bagaimana manusia
menyikapinya.

Berikut ini adalah definisiku sendiri ttg
cinta, lebih cenderung ke cinta eros (hasil dari perenungan batin)

- Adalah suatu suntikan energi yang bisa
membuat seseorang berubah sikapnya, menjadi lebih bersemangat,
membuat hidup lebih berwarna, membuat seseorang belajar untuk
bermimpi, dan berusaha untuk menggapai impian tersebut.

– Adalah sesuatu yang harus diakui
(admit it!) ketika ia datang menyapa dan tiba2 dtg mengetuk pintu
hati.

– Suatu magnet tak terlihat yang
menggerakkan seseorang untuk mendekatkan diri, merekatkan suatu
hubungan dan tercipta suatu hubungan batin yang tak terhalangi oleh
ruang dan waktu.

– Sesuatu yang bisa memenuhi pikiran
batin dan bisa membuat seseorang merasa senang, sedih, susah, secara
bersamaan maupun bergantian.

Ia dapat membuat wajah merona, senyum
melebar, mata berbinar2, dpt mengeluarkan sifat2 dan kemampuan yang
biasanya tersembunyi, menenangkan hati, sanggup membuat seseorg lupa
akan hal2 yang lain, serta ketagihan untuk merasakannya kembali.

Tapi ia dapat pula membuat pikiran
menjadi tumpul, tatapan mata kosong, sulit tidur atau tidur tak
nyenyak, air mata meleleh, baik di pipi maupun di dalam hati, bahkan
membuat semangat hidup berkurang.

Cinta adalah tergantung bagaimana kamu
memandangnya, tapi jangan sampai diperbudak oleh cinta, dan jangan
sampai jatuh cinta oleh cinta itu sendiri (in love with being in
love/love for love)

Yah, begitulah ciri2 cinta menurut pengamatanku selama ini. Bagaimana? Ada komentar, taruh aja komentar kalian.

21
May

I’m back

Hallo, setelah sekian lamanya blog-ku tak pernah kuutik2, sekarang aku mau mulai ngisi lagi. Sebelumnya isinya cm copy paste doank, mulai hari2 ke depan aku mau coba untuk nulis tulisan sendiri. Sekalian latihan menulis dan latihan membuka pikiran untuk menuangkan ide2. Rencananya sih pertama2 pake bhs Indonesia dulu, setelah lancar baru pake bahasa Inggris dan selanjutnya baru bahasa2 lainnya.

Pertama2 aku post puisi bikinanku sendiri, masih amatiran sih, baru akhir2 ini mulai terinspirasi bikin. Masih bingung mau kasih judul apa nih..  Ada ide?

Mobil berlalu lalang
berlalu begitu saja
berlalu dengan cepatnya
Ku tertinggal
Ku terdiam merenunginya
Menjerit tanpa suara
Tapi terasa gaungnya
Gemuruh kereta pun tak sanggup menandinginya…
Gemuruh ombak dan badai juga tidak
Lengkingan yang bisu
Teriakan yang parau
Dapatkah kau mendengarnya?
Di manakah ku bisa melenyapkannya?
Ku mencari bintang terang
Yang mendamaikan hati
Menentramkan jiwa
Yang tak membuatku tuli lagi
Yang sanggup melenyapkan jeritan
Kucari2 bintang itu
Kupercaya ku akan mendapatkannya
Suatu saat nanti…